oleh

Sekolah Online, Siswa Absen di Warnet

-Metro-84 views

AIMAS– Aktivitas belajar online yang dihadapi para siswa di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) cukup beragam. Bagi yang memiliki akses wifi dan data internet berlebih, hanya tetap tinggal di rumah dan bisa dengan bebas belajar online. Namun, berbeda bagi sebagian siswa lain yang harus mengandalkan Warung Internet (Warnet). 

Salah satu contoh, siswa-siswi SMP dan SMA YPPK Seminari Petrus Van Diepen Kabupaten Sorong, di Perumahan Misi Kabupaten Sorong. Untuk mengejar jadwal hadir, para siswa sudah harus rela menunggu di depan pintu warnet sejak pukul 06.00 WIT. Hp yang digunakanpun HP pinjaman dari orang tua.

“Dari jam 6 pagi sudah di sini (Warnet), tunggu buka, kalau buka cepat, absen juga cepat, kalau tidak kadang terlambat, harus beli paket data lagi,” kata salah satu siswi SMA Kelas X, Yuli kepada Radar Sorong saat ditemui di Warnet, Jalur D Unit I Aimas Kabupaten Sorong, Rabu (12/8). 

Aktivitas belajar online sudah dirasakan siswa SMP dan SMA YPPK Seminari Petrus Van Diepen sejak awal mata pelajaran baru pada 13 Juli 2020. Datang ke Warnet untuk absen, lalu kembali ke rumah atau menunggu hingga pukul 7 pagi belajar online dimulai. Terkadang siswa kembali ke rumah untuk beristirahat sejenak lalu kembali lagi ke warnet untuk kembali melanjutkan belajar online hingga pukul 14.00 WIT. 

“Di sini dari pagi sampai siang, jam 2 begitu baru pulang, tapi kadang istirahat pulang dulu, baru balik lagi,” jelas siswa lainnya. 

Selama kurang lebih 7 jam belajar online, siswa harus berhadapan dengan berbagai materi pelajaran dari mata pelajaran yang berbeda dari setiap guru. Hal yang menyebalkan justru tugas yang semakin menumpuk, sementara penjelasan yang terkadang sulit dipahami. “Tugas banyak sekali, ini lebih banyak, apalagi kalau lagi ulangan, itu kami susah sekali,” terang salah satu siswi. 

Dengan banyaknya tugas tersebut, terkadang jika kehabisan paket data, para siswa terpaksa kembali ke warnet untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Menurut Yuli, selama ini penjelasan dari guru cukup sulit dipahami, sehingga perlu rekaman video untuk memahami cara kerja soal, khususnya perhitungan. 

“Harus ada video cara kerja dulu, supaya kami paham cara kerjanya,” ucapnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed