oleh

Sekda Mansel Dipukuli Honorer

MANOKWARI – Kejadian kurang mengenakkan dialami Sekretaris Daerah (Sekda) Manokwari Selatan (Mansel) dr. Hengky Tewu. Dia menjadi korban pemukulan, Kamis (4/2), sekitar pukul 15.00 WIT, di  halaman kantor Bupati.  Pelakunya bukan orang jauh, tetapi bawahan sendiri, dua staf honorer di BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), diketahui bernisial YA dan YH.  Sekda terkena bogem mentah sebanyak dua kali.

Tak tunggu waktu lama, Hengky Tewu langsung menuju kantor Polsek Mansel untuk melaporkan kejadian buruk yang baru dialaminya. Namun sebelumnya, mantan Direktur RSUD Manokwari ini membuat visum di Puskesmas Ransiki.  

PMB OPBJJ-UT Sorong

Kasus pemukulan ini terawal ketika seorang staf Bappeda berinisial YP, terlibat adu mulut dengan dua tenaga honorer BPKAD yakni YA dan YH. Saat situasi makin panas, sebagai seorang atasan, ­Sekda mencoba melerai pertengkaran YP dengan YA dan YH.

Namun sayangnya, maksud baik Sekda malah menjadi bumerang baginya. Sekda justru mendapat bogem mentah dari kedua tenaga honorer tersebut, YA dan YH. “Pelaku sudah ancam YP (staf Bappeda). Sebagai pimpinan, masa saya berlindung dan diamkan. Saya coba kasi tenang, YP ada bantu,” tutur Sekda kepada wartawan.

Hengky Tewu tak tahu menahu mengapa  YA dan YH memukul dirinya. Yang diketahuinya, saat itu, pelaku mengancam YP, alasannya bikin laporan keuangan tidak mau bantu.  Sekda mengaku mengenal YA dan YH yang memukulnya, dua pegawai honorer di BPKAD. Sebagai PNS, ia sangat paham kasus pemukulan terhadap dirinya sebagai tindakan kejahatan sehingga perlu dilaporkan ke polisi. “Ya, kita tahu kejadian ini sebagai kejahatan, makanya saya pergi lapor ke polisi. Kalau meladeni kontak fisik itu namanya jualan, tidak seperti itu. Sebagai sasaran (korban), saya perlu melapor ke polisi,” ujarnya.

Kapolres Mansel AKBP Slamet yang dikonfirmasi wartawan membenakan kasus pemukulan terhadap Sekda dengan pelaku pegawai honorer YA dan YH. Kepolisian memproses kasus ini sesuai prosedur tindak pidana. “Siapapun dia akan diproses tanpa melihat latar belakangnya,” tegasnya.

Penyidik telah meminta keterangan korban. Selanjutnya akan memanggil saksi-saksi serta didukung alat dan barang bukti. Bila semua bukti  sudah memenuhi unsur, maka polisi akan menetapkan tersangka.  “Minimal ada alat bukti dan barang bukti. Berkaitan dengan penangkapan korban akan tergantung pada barang bukti,” ucap Kapolres.

Sementara itu, Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran geram dengan perbuatan dua pegawai honorer yang berani memukul Sekda. Dia pun tegas mengancam akan memecat atau memberhentikan YA dan YH sebagai pegawai honorer.  Waran mengatakan, langkah tegas pemberhentian sebagai pegawai honorer diambil sebagai peringatan bagi staf lainnya agar tidak berbuat sewenang-wenang terhadap pimpinan. “Saya tegas memecat YA dan YH sebagai tenaga honorer di BPKAD, supaya jadi pembelajaran bagi staf lainnya,” tegas Bupati Mansel, Markus Waran. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed