oleh

Sejumlah Mahasiswa Desak Penutupan PT Freeport

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri  menegaskan tidak memberikan ijin bagi mahasiswa untuk melakukan aksi mendesak penututan PT.Freeport Indonesia. Pihaknya akan membubarkan paksa jika mahasiswa tetap bersikeras melakukan aksi di ­tempat umum. Penegasan ini disampaikan Kapolda ­Papua menyikapi aksi ­sejumlah mahasiswa di Kota Jayapura mendesak penutupan PT. Freeport Indonesia, Rabu (7/4). 

Aksi demo mahasiswa ini tidak mendapatkan ijin dari pihak kepolisian karena masih dalam suasana pandemi Covid-19. “Penyampain pendapat di muka umum dibolehkan, namun ada aturan yang harus diterapkan yang berkaitan dengan protokol kesehatan, sehingga disinilah penilaian kepolisian. Apa yang dilakukan mahasiswa ini bisa keluar dari  ketentuan, sehingga kita tidak memberi ijin dimanapun tempatnya,” tegas Kapolda.

Menurut orang nomor satu di Polda Papua ini, mahasiswa bisa melakukan aksi namun hanya dibolehkan di asrama mahasiswa maupun kampus mereka, tidak boleh keluar. Jika tetap memaksakan diri, maka akan diambil langkah tegas dengan melakukan pembubaran paksa. “Kalau mau di asrama mereka silahkan, di kampus tapi tidak boleh keluar. Kalau memaksakan diri, kita akan sampaikan baik-baik, kalau tidak didengar akan kita bubarkan,” tegas jenderal bintang dua ini.

Mantan Kapolres Jayapura ini berharap agar isu demonstrasi mahasiswa  terkait PT. Freeport agar tidak menyimpang dengan menolak otonomi khusus. Ia juga berarap mahasiswa agar lebih fokus belajar untuk menjadi pemimpin di masa depan. “Terkait dengan isu itu, kami harap jangan ada isu lain yang ditumpangi. Kita tidak mau isunya Freeport, ujungnya tolak Otsus. Saya berharap tidak selalu diboncnengi  untuk hal-hal lain, kita berharap mahasiswa fokus belajar saja, tingkatkan kecerdasaan, siapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.

Ditambahkannya, sesuai laporan Kapolresta Jayapura, Kombes Pol. Gustav Urbinas, titik kumpul aksi demonstrasi terlihat di beberapa titik diantaranya di Uncen, Perumnas Tiga Waena dan beberapa asrama mahasiswa. “Sesuai laporan dari Kapolresta, titik kumpulnya ada di Uncen,  Perumnas  Waena, ada asrama mahasiswa, sampai jam 2 dibubarkan, jangan lagi bias ke mana-mana,” pungkasnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed