oleh

Sebelum Natal Penerangan PLN Normal

-Sorong Raya-696 views

Perbaikan Mesin Jalan, akan Datangkan 2 Mesin dari Waisai

 TEMINABUAN-Menindaklanjuti aksi demo damai massa di PLN Teminabuan Senin (14/10) lalu, diadakan pertemuan Selasa (15/10) malam di Cafe Wermith antara Manajemen PLN ULP Teminabuan, Kapolsek Teminabuan, Danramil Teminabuan, Pemkab Sorsel dan Aliansi Pemuda Sorsel. Asisten III bidang Administrasi Umum HM Aris, SKM, M.MKes yang mewakili Pemkab Sorsel dalam pertemuan tersebut menjelaskan, Pemkab Sorsel memberi perhatian serius terhadap kondisi pelayanan PLN ULP Teminabuan beberapa waktu belakangan ini. Bahkan Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli menawarkan bantuan kepada PLN. Namun karena aturan PLN tidak bisa menerima hibah dari Pemda, sehingga Pemkab Sorsel tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun demikian ada jalan lain yakni Pemkab Sorsel menyurati PLN Area Sorong untuk meminta tambahan mesin guna meningkatkan pelayanan PLN ULP Teminabuan. Hasilnya PLN ULP Teminabuan mendapat 2 unit mesin dengan kapasitas masing-masing 720 KW yang akan direlokasi ke Teminabuan dalam waktu dekat. Manajemen PLN memastikan sebelum Natal dan Tahun Baru penerangan PLN di Teminabuan sudah normal kembali dan tidak ada pemadaman. Oleh karena itu masyarakat diminta tenang dan bersabar.

 Bertempat di ruang kerjanya kemarin Asisten III bidang Administrasi Umum Aris menjelaskan, 

berdasarkan penjelasan Manajer PLN  ULP Teminabuan Hengky Mayaut dalam pertemuan tersebut sebenarnya mesin yang mengalami gangguan sudah dikerjakan bulan September lalu. Namun karena kondisi tanah Papua ketika itu tidak kondusif, sehingga teknisinya kembali lagi ke Jakarta. Namun seiring dengan situasi yang sudah kondusif, teknisi segera datang untuk memperbaiki mesin yang mengalami gangguan. Sementara perbaikan mesin dilakukan, PLN ULP Teminabuan terus berkoordinasi dengan pimpinan tingkat atas dalam rangka relokasi 2 mesin pembangkit kapasitas 720 KW dari Waisai. Sementara itu berkaitan dengan pemadaman bergilir yang tidak sesuai jadwal dikarenakan adanya ibadah dan orang meninggal, sehingga ada wilayah yang dikorbankan. Pihaknya berharap PLN dapat mensosialisasikan pemadaman yang tidak terjadwal tersebut kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu. (jus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed