oleh

SD Yapima Kaimana, Siswa Belajar di Lantai

**Guru : Dinas Jarang Berkunjung

KAIMANA – Memang letaknya jauh di daerah pedalaman paling ujung Kaimana. Namun sebagai anak bangsa para siswa di SD Yapima, Distrik Yamor, Kampung Wosokuno, Kabupaten Kaimana  juga berhak menikmati fasilitas yang dibiayai Negara dalam proses belajar mereka.

Namun sangat disayangkan, puluhan siswa-siswi SD Yapima terpaksa harus menikmati dinginnya lantai saat proses belajar mengajar berjalan. Dingin bukan karena air, akan tetapi mereka harus menulis dan membaca di lantai karena tanpa meja dan kursi. Kondisi ini terjadi sekitar lima tahun lalu hingga saat ini.

Boni Kawa,S.Pd, salah satu guru di SD Inpres Yapima, Wosokuno kepada wartawan mengatakan, kondisi bangunan sekolah yang dipakai untuk kegiatan belajar sangat memprihantikan. Boni juga mengatakan, jika selama ini pihak dinas pendidikan Kaimana jarang mengunjungi sekolahnya.

“SD Inpres Yapima tidak ada mebeler (Meubelair,red) dan papan tulis, untuk digunakan oleh para siswa. Sehingga terpaksa mereka harus belajar di lantai saja. Bahkan bangunan yang biasanya kami pakai untuk belajar sudah mulai rusak dan miring. Kadang kami belajar di luar ruangan biar lebih aman. Memang ada Gedung sekolah baru, hanya saja fasilitas pendukungnya tidak ada,” jelas Boni Kawa,S. Pd kepada wartawan di kantor DPRD Kaimana, Jumat (19/3).

Dikatakan Boni, jika dirinya telah mengabdikan diri sebagai guru di SD Inpres Yapima sejak lima tahun lalu. Boni juga menyebutkan harus berjalan kaki kurang lebih 5 sampai 6 jam perjalanan karena harus menempu 14 Km perjalan dari Muara Kali Napuri, untuk bisa sampai ke kampung Wosokuno lokasi SD Inpres Yapima berada.  “Dengan jarak tempuh yang cukup jauh sehingga mungkin ini alasan pengawas dari Dinas tak pernah sampai ke kampung kami,” ujarnya.

Kini SD Inpres Yapima memiliki jumlah tenaga pengajar sebanyak 4 orang. 2 diantaranya merupakan tenaga kontrak, dan jumlah siswa secara keseluruhan sebanyak 42 siswa.   Boni berharap agar pemerintah daerah dalam hal ini, Dinas Pendidikan Kaimana untuk memperhatikan tenaga pengajar dan kondisi sekolah yang ada di wilayah terpencil. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed