oleh

Satu Tsk Penjagal Sapi Curian Diamankan

Miliki 2 Senjata angin jenis PCP

AIMAS – Sat Reskrim Polres Sorong kembali mengamankan satu orang tersangka (Tsk) dalam kasus penjagal sapi yang terjadi di wilayah hukum Polres Sorong. Tersangka berinisial PR diamankan bersama dengan dua senjata angin jenis PCP, 4.5 mm miliknya, di Distrik Yembun, Kabupaten Tambrauw, Selasa (13/8). 

Kasat Reskrim Polres Sorong, AKP Dodi Pratama S.IK melalui Kanit Jatanras, Ipda Danny Arrizal Saputra, S.TrK menjelaskan, PR merupakan warga di Distrik Salawati, namun melarikan diri ke Distrik Yembun. Hal tersebut diketahui Sat Reskrim Polres Sorong setelah mendapatkan informasi dan langsung melakukan pengejaran terhadap PR. 

“Kami amankan di Yembun, saat sedang memperbaiki truk,” kata Danny kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (15/8). 

Berdasarkan keterangan dari beberapa tersangka lainnya, PR memiliki senjata angin jenis PCP yang digunakan saat melakukan penjagalan terhadap hewan ternak sapi di wilayah Kabupaten Sorong. Saat dilakukan penggeledahan di rumah yang ia tempati, ditemukan senjata angin tersebut lalu ikut diamankan sebagai barang bukti. 

“Ada dua senjata angin jenis PCP yang juga kita amankan, berdasarkan keterangan tersangka lain, senjata milik PR ini yang digunakan jagal sapi,” terang Kanit Jatanras. 

Senjata angin yang dimiliki PR sendiri dianggap illegal, karena PR tidak memiliki izin atas kepemilikan senjata tersebut. Selain dua senjata angin tersebut, PR juga diketahui memiliki senjata rakitan yang disimpan di rumahnya di Salawati. 

“Kami baru amankan dua senjata angin, kalau senjata rakitan katanya masih di rumahnya dan sudah di potong-potong,” jelasnya. 

PR yang bekerja sebagai pengemudi truk, merupakan bagian dari komplotan ER dan RS. PR mengaku telah melakukan penjagalan hingga empat kali. Saat ini, PR berada di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Sorong. 

Selain  SR, salah satu saksi berinisial S juga telah diperiksa untuk dimintai keterangan, terkait dugaan keterlibatannya sebagai penadah hasil dari penjagalan tersebut. S sendiri diperiksa sebagai saksi dan dianggap kooperatif, karena mendatangi langsung Mapolres Sorong setelah dilakukan panggilan. 

“Saat ini, kami masih memeriksa S sebagai saksi, belum kami naikkan statusnya,” kata Kanit Jatanras. 

Dari total tiga orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sorong, saat ini masih tersisa dua orang DPO yang masih dilakukan pengejaran. 

Sementara itu, Kanit Jatanras mengimbau kepada seluruh penjual senjata api, untuk tidak melakukan penjualan secara illegal. Para pembeli senjata, diharuskan memiliki izin lebih dulu, untuk lebih diketahui kegunaan kepemilikan senjata tersebut. (nam) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed