oleh

Satu KKB Tertembak, Sepucuk Senpi Diamankan

Kontak tembak terjadi di Intan Jaya antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan aparat TNI, Senin (12/10) sekitar pukul 17.45 WIT di dekat Bandara Bilorai Kampung Bilogai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya. Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa yang dikonfirmasi Radar Sorong menyebutkan bahwa satuan TNI yang terlibat kontak tembak dengan KKB adalah personel Yonif 400 Raider yang sedang melaksanakan pengamanan Bandara Bilorai. “Satuan ini melaksanakan pengamanan bandara untuk menjamin keselamatan penerbangan sipil dari ancaman KKB yang beberapa waktu lalu sempat viral di media,” ujarnya.

Informasi sementara dari lapangan, personel TNI mengamankan sepucuk senjata laras panjang rakitan yang dilengkapi dengan teleskop, 19 butir amunisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm. Suriastawa mengatakan, kontak tembak mengakibatkan seorang anggota KKB tertembak, namun saat pembersihan di lokasi korban belum ditemukan. “Kemungkinan besar diselamatkan oleh 2 orang lainnya yang melarikan diri. Pembersihan belum dilaksanakan secara maksimal karena kondisi di lokasi kejadian sudah gelap. Tidak ada korban dari pihak TNI,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengantar keberangkatan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kembali ke Jakarta. Kapolda Papua mengatakan, TGPF sudah berhasil tiba di tempat kejadian perkara di Kabupaten Intan Jaya dengan tingkat kesulitan dan gangguan yang dihadapi. 

Aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri juga akan terus mengawal tim TGPF guna mengumpulkan data maupun informasi di lapangan. “Kelompok tersebut sebenarnya memiliki senjata yang bukan hak dan kewenangannya. Selain itu, kelompok tersebut juga telah melakukan gangguan nyata yang mana dalam catatan kami tercatat sudah 22 kali aksi penembakan yang terjadi di Intan Jaya yang dilakukan oleh KKB,” terangnya.

Polda Papua lanjut Kapolda, meminta dukungan semua pihak agar apa yang akan dilakukan pihaknya selaku penegak hukum dapat dlakukan dengan maksimal sesuai harapan. “Kami tidak ingin ada lagi kejahatan yang dilakukan kepada warga dan aparat TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya. Kita ingin hidup damai tanpa adanya gangguan kelompok tersebut,” pungkasnya. (Albert Melmambessy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed