oleh

Satlantas Tilang 100 Kendaraan

-Metro-574 views

SORONG-Dalam waktu kurang lebih 1 minggu yakni mulai dari tanggal 23 hingga 29 Oktober 2019, Satuan Lalu Lintas (Lantas) Polres Sorong Kota berhasil menilang 100 kendaraan yang melanggar aturan ketika melaksanakan Operasi Zebra di beberapa titik pada wilayah Kota Sorong.

  Dari 100 kendaraan yang ditilang rata-rata memiliki kasus yang sama yakni pajak dan TNKB sudah kadaluarsa (mati) baik kendaraan roda empat (mobil) maupun kendaraan roda 2 (sepeda motor). Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Sat Lantas Polres Sorong Kota, Ipda Fajar Hayyi Novianti menjelaskan bahwa rata-rata kendaraan yang ditilang oleh Sat Lantas pajaknya sudah kadaluarsa (mati) dari tahun 2017 dan tahun 2018.

  “Kalau kami total dari hari pertama hingga sekarang sudah mencapai 100 kendaraan dan semakin hari semakin meningkat pelanggarannya, khususnya pajak dan TNKB yang rata-rata mati, sehingga kami harus menilang karena kami juga memiliki target,”jelas KBO Sat Lantas Polres Sorong Kota kepada Radar Sorong, saat melakukan Operasi Zebra di Jalan Basuki Rahmat depan MAN Model Sorong, Selasa (29/10).

  Intinya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) harus dibayarkan ke Negara, sambungnya dan untuk pengendara yang pajak kendaraannya mati maka petugas akan menilang namun tetap diarahkan untuk melakukan pembayaran pajak.“Jadi ada pengendara yang pajaknya mati sudah selama 2 tahun berarti mereka harus membayar sesuai dengan jangka waktu tunggakan pajak mereka,”tuturnya.

  Sedangkan pengendara yang tidak memiliki SIM maupun STNK kendaraannya tetap akan ditilang sebab Operasi Zebra itu tujuannya untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, sehingga petugas langsung memberikan tindakan dan tidak ada teguran dalam Operasi Zebra.”Jadi kalau tidak membawa atau melengkapi kendaraan seperti helm (pengendara dan penumpang), SIM dan lainnya tetap kami tilang,”tegasnya.

  Menanyakan terkait wacana apa bila pengendara tidak membawa SIM, maka pengendara akan diizinkan untuk pulang dan mengambil SIM-nya, Hayyi menjawab bahwa itu merupakan selective prioritas namun intinya ketika dilihat pengendara sudah menggunakan helm, membawa STNK kendaraan dengan niat yang baik maka pengendara tersebut akan diberikan teguran.

  “Jadi ketika kami cek memang dia (pengendara) lupa membawa SIM maka akan kami kasih teguran agar SIM harus dibawa,”ungkapnya.

  Operasi Zebra ini akan terus berlangsung, sehingga Hayyi pun menghimbau kepada warga masyarakat Kota Sorong khususnya para pengedara sepeda motor maupun mobil ketika melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaran, agar perlengkapan kendaraannya dilengkapi dan surat-surat kendaraannya pun dibawa.

  Pantauan media ini, rata-rata kendaraan yang diberhentikan adalah kendaraan yang tidak memiliki plat kendaraan, kendaraan yang tidak lengkap seperti tidak ada kaca spion, dan yang berboncengan namun penumpang tidak menggunakan helm.

  Setelah ditilang, para pengendara yang ketahuan melakukan pelanggaran akan diberikan kertas tilang dan kendaraannya dibawa ke kantor Lantas Sorong Kota.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed