oleh

Satgas Covid-19 Kirim 26 Sampel Swab

-Metro-168 views

AIMAS-Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan dan Pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Sorong kembali mengirim 26 sampel swab ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar pada Selasa (19/5) pagi.

“Tanggal 18 Mei kami lakukan swab test ke 26 orang, 12 pasien isolasi lama dan 2 lagi dari RS, ditambah 12 orang dari keluarga yang diisolasi,” terang Ketua Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong, Ir. Moh Said Noer, M.Si kepada media di kediaman Bupati Sorong. 

Diterangkan Said Noer, pengiriman sampel ke Makassar untuk dianalisa dan diharapkan dalam waktu dekat hasilnya segera diketahui. Ia berharap hasil swab tersebut dapat menunjukkan hasil negatif, baik untuk pasien yang telah menjalani isolasi maupun keluarganya. 

“Kalau hasilnya negatif, berarti masih menjalani hasil swab 1 kali lagi dan langsung dinyatakan sembuh, kalau justru positif tetap harus menjalani isolasi lagi, terangnya. 

Adapun data yang menyatakan pasien positif Covid-19 dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar disampaikan langsung ke pasien. Sehingga, ia membantah dengan tegas apabila ada pasien yang menyatakan, hasil swab tersebut tidak ditunjukkan kepada pasien. 

“Mereka yang diisolasi itu tahu hasil swab mereka yang dari Makassar, saya sendiri yang berikan hasilnya ke mereka, termasuk yang negatif kemarin,” tegasnya. 

Selain itu, Said Noer juga membantah adanya pelayanan tidak baik bagi para pasien Covid-19 yang dirawat di 3 gedung di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong. baik itu pelyanan makanan, kebutuhan sehari-hari bahkan yang berkaitan dengan kebutuhan pakaian dalam juga dipenuhi oleh Satgas Kabupaten Sorong. 

“Untuk layanan makanan, kami berikan ke pihak ketiga yang betul-betul sesuai standar, di Satgas kami ada ahli gizi yang mengatur menu makan, mereka dilengkapi susu dan makanan bergizi, buah-buahan disiapkan,” tegas Said Noer. 

Isu yang beredar di masyarakat justru dianggap Said Noer, merupakan isu yang dibangun untuk meyakinkan masyarakat, tidak adanya pelayanan yang diberikan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong kepada mereka yang diisolasi. 

“Mereka itu memutar fakta, sebenarnya yang dikarantina itu tidak mau dikarantinakan, tapi kalau kami bilang terserah, apa yang terjadi sama mereka oleh masyarakat sekitarnya? Masyarakat lain tidak mau terkena penyakit,” terangnya. 

Dari 29 orang yang positif di isolasi, ditegaskan Ketua Tim Satgas, hanya ada 1 orang yang membuat isu tersebut. Sementara yang lain justru merasa nyaman. Bahkan, 2 pasien yang berada di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 memilih untuk kembali ke Gedung DWP, namun karena kondisinya yang terdapat penyakit bawaan, sehingga masih menunggu keputusan dari pihak RS.

“Mereka yang di Rumah Sakit justru ingin kembali ke DWP, tapi mereka ada penyakit bawaan, kami di Satgas tidak memiliki alat kesehatan lengkap, sehingga mereka tidak bisa kembali dulu,” terangnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed