oleh

Satgas Akui Salah dan Minta Maaf

SORONG – Satgas Covid 19 Kota Sorong melalui Juru Bicaranya Rudy R Laku, meminta maaf kepada keluarga (alm) N terkait pemakaman jenazah alm N Senin (18/5) malam. Permintaan maaf tersebut disampaikan Satgas setelah diklarifikasi oleh Ketua Ikaswara Kota Sorong, Tupono terkait pemakaman alm N. Dalam pemakaman Senin (18/5) malam, Tim Satgas tidak menimbun liang lahat dengan sempurna, sehingga harus diteruskan oleh keluarga alm pada pagi harinya. “Ini memang kesalahan Satgas akibat miss komunikasi antara tim penggali makam dan tim pengantar jenazah. Tim penggali makam kira penguburan menjadi tugasnya tim pengantar jenazah, sehingga setelah gali makam mereka pulang, padahal itu tugasnya tim penggali makam. Untuk itu kami mengaku salah dan mohon maaf,” jelas Ketua Umun Ikaswara Kota Sorong Tupono mengutip pernyataan Jubir Satgas Covid 19 Kota Sorong Rudy R Laku.

Menanggapi hal tersebut, Tupono berharap hal seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari. “Saya sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Semua harus sesuai protokol kesehatan termasuk pemakamannya, tapi yang terjadi keluarga menimbun liang lahat dengan peralatan seadanya. Tolong ini menjadi perhatian dan jangan sampai terjadi lagi,” pesan Tupono yang juga Wakil Direktur Radar Sorong. 

Saat konfrensi pers di lobi Kantor Walikota Sorong, Selasa (19/5), Ruddy R. Laku membeberkan bertambah lagi satu orang PDP Covid-19 meninggal dunia di Kota Sorong pada Senin (18/5) malam di RS Sele be Solu. PDP tersebut berinisial N (61) beralamat di Kelurahan Palputih Distrik Sorong Barat, sudah dimakamkan sesuai protocol Covid-19, walaupun PDP tersebut belum sempat menjalani tes swab. “Kami juga masih melakukan tracing, apakah PDP ini dari klaster tertentu atau tidak. PDP ini dirawat sejak tanggal 15 Mei 2020. PDP ini memang ada gejala dan penyakit bawaan tapi terkait apa penyakit bawaannya, saya tidak dapat menginformasikan itu,” kata Ruddy Laku.

Ruddy mengatakan, dengan bertambahnya satu PDP meninggal dunia ini, total kasus meninggal akibat Covid-19 di Kota Sorong naik menjadi 9 orang, 1 diantaranya PDP positive Covid-19.  Secara keseluruhan, update data per Selasa 19 Mei 2020, OTG berjumlah 52 orang, ODP 174 orang (Selesai pemantauan 140 orang dan dalam proses pemantauan 34 orang), PDP 36 orang (Selesai pengawasan 31 orang, proses 5 orang).  “Positif Covid-19 masih tetap 30 orang, total kesembuhan Covid-19 masih 1 orang,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah meninggal dunia terkait Covid-19, juga bertambah 1 orang dari Kabupaten Teluk Bintuni. Sehingga sampai Selasa (19/5), total  meninggal di Papua Barat menjadi 12 orang, 9 dari Kota Sorong, 2 Bintuni dan 1 Manokwari. Tambahan 1 orang meninggal dunia dari Teluk Bintuni merupakan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). 

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap mengatakan, pihaknya mencermati semakin meningkatnya OTG (orang tanpa gejala). Warga diminta tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona karena OTG tak terlihat dan bisa saja berada di tengah masyarakat. “Yang perlu kita waspadai ini OTG. Protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus harus kita patuhi. OTG ini tidak terlihat,” tutur dr. Arnold.

Adapun kasus positif corona tak berubah, 105 orang. Rinciannya Kota Sorong 30 kasus, Kabupaten Sorong 29, Bintuni 22, Raja Ampat 15, Manokwari 7, Manokwari Selatan 1, Fakfak 1. Jumlah sampel diperiksa di laboratorium 586 orang, 481 orang negatif dan 105 orang positif.

Di Manokwari, terdapat 3 pasien positif corona dirawat di rumah sakit, 2 di rumah sakit provinsi dan 1 di RSUD Kabupaten Manokwari. Ada 1 orang positif yang hingga sekarang belum menjalani karantina. Arnold mengatakan, 1 warga yang positif ini tak mau dibawa ke rumah sakit untuk menjalani isolasi. Dikuatirkan warga Warmare ini dapat menularkan virus corona ke keluarganya atau orang sekitar. “Petugas sudah membujuk agar yang bersangkutan menjalani karantina di rumah sakit, tetapi dia dan keluarganya tidak mau. Yang kita kuatirkan, warga ini menularkan virus ke orang lain,” tutur dr. Arnold. (juh/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed