oleh

Sampoerna Tingkatkan Daya Saing UKM Peretail Tradisional

-Ekonomi-1.259 views

JAKARTA – PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) menggelar Pesta Retail Nasional (PRN) pada Kamis (22/11) di Indonesia Convention Expo (ICE) BSD. Kegiatan tahunan ini merupakan bentuk apresiasi dan wadah yang bertujuan memicu semangat produktivitas serta daya saing dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) khususnya peretail tradisional mitra Sampoerna yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC). Perhelatan yang dibuka Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartanto ini digelar dengan mengusung tema “Ayo Maju, Ayo Bersama, Ayo Berbagi” dan menghadirkan 3.000 perwakilan SRC terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia.

  ”Selama lebih dari 10 tahun melalui payung program perusahaan Sampoerna untuk Indonesia kami secara konsisten mendukung pemerintah dalam membangun dasar ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UKM di Indonesia. Investasi jangka panjang Sampoerna berfokus pada program-program pemberdayaan yang memberikan dampak pada bagi pertumbuhan perekonomian bangsa dengan melakukan pendampingan terhadap pelaku retail tradisional yang tergabung di Sampoerna Retail Community,” tutur Henny Susanto, Kepala Urusan Komersial & Pengembangan Bisnis Sampoerna.

PMB OPBJJ-UT Sorong

  Agung Pambudhi, Direktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Research Institute menjelaskan, “Industri retail, khususnya retail tradisional, masih memiliki ruang untuk terus bertumbuh. Hingga kini toko tradisional masih menjadi tempat favorit belanja karena faktor lokasi dan kemudahan mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari. Yang juga tidak kalah penting adalah kayanya nilai-nilai sosial dalam hubungan antara retail tradisional dengan para pembeli berlandaskan kepercayaan.”

  Pernyataan Agung diperkuat oleh informasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 yang menyebutkan bahwa sektor retail memiliki kontribusi 15,24 persen terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81 persen dari tenaga kerja non pertanian. Selain itu, distribusi toko retail Indonesia pada tahun 2017 masih didominasi oleh toko tradisional (82,3 persen). Data ini memperlihatkan masih agresifnya strategi pembukaan toko retail tradisional yang dinilai lebih efektif.

  Lebih lanjut Agung menambahkan bahwa kini banyak peretail tradisional maupun UKM yang akhirnya mampu meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka karena mendapatkan bantuan dan dukungan dalam hal penerapan sistem retail modern skala terbatas, seperti: penataan barang, kontrol inventaris barang, pencatatan penjualan dan keuangan, serta dukungan sistem IT sederhana.

  Besarnya potensi retail tradisional untuk terus berkembang memang harus didukung secara maksimal dengan terciptanya sinergi dari pemerintah dan sektor dunia usaha. Muhammad Rudy Salahuddin selaku Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia mengatakan, “Kami mengapresiasi inisiatif Sampoerna dalam mendampingi toko retail tradisional menghadapi tantangan, khususnya di era digitalisasi seperti sekarang ini. Sinergi pemerintah dengan sektor swasta yang memiliki keahlian dalam dunia retail

seperti Sampoerna merupakan inisiatif yang tepat sasaran.”
  Program-program pendampingan UKM Sampoerna dilakukan dalam bentuk pembangunan kapabilitas yang terintegrasi. Secara simultan Sampoerna melakukan program pembinaan terhadap anggota SRC melalui edukasi penataan toko, strategi pemasaran, dan manajemen keuangan. Melalui ini, diharapkan para pelaku retail tradisional mampu berakselerasi dengan perubahan zaman, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi menyejahterakan komunitas sekitarnya.

  Untuk memberikan edukasi melalui pengalaman nyata mengenai ekosistem komersial, PRN menampilkan replika toko retail tradisional dan simulasi pembinaan. Para peserta akan mendapat pengetahuan mengenai peran SRC dalam membangun sosial ekonomi dan keterlibatan semua lini untuk memperkuat jaringan komunitas SRC. “Melalui tiga misi Utama PRN, “Ayo Maju, Ayo Bersama, Ayo Berbagi”, Sampoerna senantiasa mengambil peran aktif yang memberikan dampak peningkatkan kualitas bagi mitra, anggota serta masyarakat luas,” lanjut Henny.(adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed