oleh

Rusak Sekretariat Panwaslu, EM Dipolisikan

WAISAI – Kasus pengrusakan Kantor Sekretariat Panwaslu Distrik Batanta Selatan Kabupaten Raja Ampat yang berlokasi di Kampung Yenanas berbuntut panjang dan kini masuk ranah hukum. Pasalnya, upaya mediasi penyelesaian secara kekeluargaan tak diindahkan, sehingga akhirnya pihak Panwaslu Distrik Batanta Selatan melaporkannya ke Polsek Waigeo Selatan.

“Jadi kronologis pengrusakan terjadi awal Januari sekitar pukul 15.30 WIT, pelaku berinisial EM dalam kondisi mabuk minuman keras tanpa alasan yang jelas melakukan aksi pengrusakan terhadap Kantor Sekretariat Panwaslu Distrik Batanta Selatan,” kata Ketua Panwaslu Distrik Batanta Selatan, Randy Umkeketony kepada wartawan di Waisai, Sabtu (16/1) malam.

Dikatakannya, aksi pelaku sempat digagalkan oleh salah satu komisioner Panwaslu Distrik, Divisi Pengawasan berinisial YS. Namun ketika orang-orang sudah tidak berada di sekitar Kantor Sekretariat Panwaslu, pelaku kembali mlakukan aksi yang kedua kalinya dengan menggunakan bangku kayu melempari kaca jendela kantor secretariat.

Randy menyebutkan, aksi pelemparan tersebut mengakibatkan beberapa kaca jendela utama serta kaca jendela di bagian samping, pecah berguguran ke lantai. Pintu dan kursi juga turut dirusak pelaku. Tak hanya pengrusakan, pelaku berupaya melakukan aksi pembakaran dengan melemparkan kayu bakar yang masih terdapat bara apinya. ”Pelaku sempat melempar kayu bakar yang masih ada bara apinya, mengenai kain gorden jendela sehingga menyulut api kecil, namun dengan cepat api yang membakar kain gorden dipadamkan dengan air oleh kami dan dibantu warga setempat,” beber Randy sembari menambahkan, total kerugian akibat pengrusakan tersebut diperkirakan Rp 1 juta lebih.

Menurut Randy, Komisioner dan Sekretariat Panwaslu Distrik Batanta Selatan sudah mengambil langkah-langkah dan menindaklanjuti kasus tersebut dengan melakukan laporan kepada pemerintah kampung (Pemkam) dan Babinsa setempat sejak 2 Januari lalu untuk dilakukan mediasi. Namun upaya mediasi tak diindahkan pelaku. 

Pada 7 Januari, pihaknya mencoba pengaduan kembali agar bisa di mediasi lanjutan oleh pemerintah kampung dan Babinsa agar masalah pengrusakan bisa diselesaikan secara kekeluargaan di Kampung Yenanas. “Langkah-langkah mediasi yang kami upayakan tidak direspon baik oleh pelaku. Kami menunggu sampai tanggal 13 Januari tak ada kabar dari pelaku, maka setelah berkordinasi dengan pemerintah kampung, kami putuskan membuat laporan polisi ke Polsek Waigeo Selatan pada tanggal 14 Januari,” jelasnya.

Kapolsek Waigeo Selatan, Ipda Rifki Istanto,S.Tr,K yang dikonfirmasi mengaku dirinya belum mengetahui ada pengaduan terkait pengrusakan kantor sekretariat Panwaslu Distrik Batanta Selatan. ”Belum ada pengaduan ke Polsek, nanti kalau sudah ada saya kasih kabar. Nanti saya cek lagi,” kata Kapolsek Waigeo Selatan yang dikonfirmasi melalui WA, kemarin. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed