oleh

RSUD Km 21 belum Operasional 100 Persen

-Metro-309 views

AIMAS– Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru,SH,M.Si mengakui, saat ini kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Km 21 Kabupaten Sorong belum beroperasi 100 persen. Hal tersebut disebabkan kondisi gedung yang sudah tua dan perlu diperbaiki serta izin yang masih terkendala. “Memang kami akui, kalau saat ini belum berjalan atau operasional 100 persen,” terangnya kepada wartawan usai memimpin rapat tertutup di Ruang Pola Kantor Bupati Sorong, Jumat (29/5). 

Dijelaskan Bupati Sorong, kondisi bangunan RSUD Km 21 yang sudah cukup lama dan baru difungsikan, sehingga diharuskan adanya perbaikan dibeberapa sisi gedung. Saat ini, perbaikan masih sedang berlangsung guna memaksimalkan kondisi gedung. “Bangunan yang sudah tua, membuat kondisi fisiknya banyak yang tidak layak, tapi sekarang ini sedang dikerjakan,” terangnya. 

Sementara itu, masalah internal juga menjadi kendala untuk pengoperasian RSUD Km 21 secara maksimal, meski SK dari Gubernur Papua Barat telah diterima. Masalah internal yang belum diselesaikan salah satunya terkait dengan izin yang hingga saat ini masih dalam pengurusan. 

“Pada situasi saat ini, proses pengurusan izin masih tetap kami lakukan. Semua kendala ini sudah ditekankan ke Direktur untuk segera diselesaikan,” terangnya. 

Direktur RSUD Kabupaten Sorong, dr. Frida Susana Wanane, S.Ked menyampaikan, pengurusan NPWP rumah sakit yang saat ini masih menunggu informasi dari pusat. Pengurusan NPWP dilakukan kembali dikarenakan perizinan harus berdasarkan surat izin operasional yang mana salah satu persyaratannya yakni NPWP. 

“Kita bisa pakai NPWP yang lama, tapikan berbeda alamat, jadi harus ganti NPWP dan kita belum tahu waktunya, karena April tutup dan harus kolektif, tidak bisa satu per satu,” terangnya. 

Meski tidak sepenuhnya melakukan pelayanan, namun dijelaskan dr. Frida, sudah 2 tahun, Bangunan Gedung RSUD Km 21 dijadikan sebagai klinik utama yang melayani rawat jalan dan 10 rawat inap, namun kondisi bangunan yang memerlukan perbaikan membuat rawat inap ditiadakan. 

“Harusnya ada 10 rawat inap, tapi ini bangunan lama, harus ada perbaikan bocor kanan kiri,” bebernya. 

Terkait dengan pelayanan sendiri, dr. Frida membantah tidak adanya pelayanan di Klinik Utama, karena menurutnya selama pandemi Covid-19 ini, Klinik Utama masih rutin melakukan pelayanan, termasuk melayani yang dari Kota Sorong. “Tidak benar kalau kami tidak memberikan pelayanan, buktinya rawat jalan dibeberapa RS tutup, kami melayani pasien dari Kota Sorong semua,” ungkapnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed