oleh

RS Sele Be Solu Rawat 17 Pasien Covid

-Metro-83 views

SORONG-Press Releas yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Jumat (22/1) bahwa Data penambahan kasus covid-19 sampai dengan tanggal 22 Januari 2021 yaitu terdapat tambahan terkonfimasi 24 orang positif yang berasal dari Manokwari berjumlah 22 orang, Sorong Selatan 1 orang dan Manokwari Selatan 1 orang.

Secara keseluruhan yaitu kasus covid-19 di Papua Barat terkonfirmasi kasus positif berjumlah 6.486 orang (20%) dan yang sembuh mengalami penambahan 13 orang dari Manokwari berjumlah 12 orang dan dari Fakfak 1 orang, sehingga total yang sembuh menjadi 5.822 orang (89.8%). 

Kemudian meninggal dunia kasus Covid-19 di Papua Barat total 138 orang. Dimana meninggal probable/suspek 30 orang yaitu dari Kota Sorong 16, Bintuni 6, Fakfak 3, Manokwari 1, Kab Sorong 1, Raja Ampat 1, Manokwari Selatan 1 dan Maybrat 1 orang.

Meninggal karena kontak erat, 1 orang dari Bintuni. Sementara meninggal terkonfimasi positif 107 orang dari Manokwari 27, Teluk Bintuni 10, Fakfak 9, Kab Sorong 6, Teluk Wondama 5, Sorong Selatan 4, Maybrat 2, Kaimana 2 dan Tambrauw 1 orang dan tertinggi dari Kota Sorong sebanyak 41 orang.

Persentase kematian dari Kasus terkonfimasi 107 dari 6.486 adalah 1.7%.

Sementara pasien kasus covid-19 yang dirawat di RSUD Sele Be Solu berjumlah belasan pasien.

“Kalau untuk kasus covid-19, yang tangani dengan kapasitas bed di ruang Matahari ada 8, dan terisi penuh, di ruang Bougenville itu 11 bed, terisi ada 8 pasien, diisolasi ICU jumlah 1 dan terisi, sehingga total pasien kasus covid-19 yang dirawat ada 17 pasien,” terang Ketua Satgas Covid-19 RSUD Sele Be Solu, dr. Meilin Riko.

Menurutnya, Setelah libur Natal kemarin, penambahannya cukup meningkat. “Sehingga tempat tidur penuh terus,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk penanganan pasien Covid-19 di RSUD Sele Be Solu hanya merawat yang begejala sedang dan berat.

“Jadi yang ke rumah sakit adalah mereka yang bergejala sedang dan berat yang dirawat. Sementara yang ringan biasanya ke Puskesmas dan tidak ke rumah sakit sehingga yang ringan tidak kami rawat,” jelasnya.

Kemudian, dengan hadirnya vaksin COVID-19 kata dr. Meilin Riko bahwa bukan berarti dengan adanya vaksin terus kita semua sudah bisa suka-suka atau bebas kemana saja tanpa perhatikan protokol kesehatan, sehingga selalu harus pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Jadi ikutilah protokol kesehatannya. Kalau kita aman maka orang disekitar kita akan aman, keluarga kita akan aman jadi kita saling melindungi dari penyebaran covid-19,” pungkasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed