oleh

Ribuan Warga Kota Sorong Positif HIV/AIDS

-Berita Utama-1.178 views

HIV/Aids Tertinggi Ditemukan Pada Usia Produktif, 20-29 Tahun

SORONG-Kota Sorong merupakan kota dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Papua Barat, sehingga Kota Sorong masuk dalam kawasan epidemi meluas. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Sorong, jumlah kasus HIV/AIDS  tahun 2018 di Kota Sorong sebanyak 2.307 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Jenny Isir merincikan jumlah penderita HIV sebanyak 1.477 kasus yang terdiri dari laki-laki sebanyak 657 kasus dan perempuan 820 kasus. Sementara penderita AIDS sebanyak 830 kasus yang terdiri dari laki-laki 460 kasus dan perempuan 370 kasus. Jadi total keseluruhan kasus HIV/AIDS sebanyak 2.307 kasus.

“Sedangkan yang meninggal karena menderita HIV/AIDS sebanyak 318 kasus yang terdiri dari laki-laki 194 kasus dan perempuan 124 kasus,” jelas Jenny Isir kepada wartawan di Sekertariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sorong dalam diskusi terkait Establishment Networking With Media Lokal dengan Organisasi Perubahan Sosial (OPS) Indonesia, Kamis (8/8).

Berdasarkan kelompok usia lanjut Jenny, kasus HIV/AIDS tertinggi berada pada usia 20-29 tahun yakni sebanyak 833 kasus, disusul usia 30-39 tahun sebanyak 679 kasus, usia 40-49 tahun sebanyak 381 kasus, usia 50-59 tahun sebanyak 110 kasus dan diatas usia 60 tahun sebanyak 101 kasus.  “Mirisnya, ada juga usia dibawah 1 tahun sebanyak 7 kasus, usia 1-4 tahun sebanyak 24 kasus, usia 5-14 tahun sebanyak 34 tahun dan usia 15-19 tahun sebanyak 138 kasus,” rincinya.

Untuk penderita HIV/AIDS dengan jumlah kasus terbanyak adalah Pegawai Swasta yakni 684 kasus, Ibu Rumah Tangga (IRT) 517 kasus. Cakupan layanan HIV di Kota Sorong Tahun 2018 yaitu orang yang datang berkunjung ke layanan baik rumah sakit maupun puskesmas untuk memeriksakan diri sebanyak 6.563 orang. “Sementara orang yang mau dites HIV hanya sebanyak 5.130 orang dan yang positif  HIV sebanyak 102 orang. Ibu hamil yang dites HIV sebanyak 2.503 orang dan bumil yang positif HIV sebanyak 16 orang,” terangnya.

Dikatakan, tingginya kasus HIV/AIDS di Kota Sorong disebabkan beberapa permasalahan yakni kurangnya kepedulian masyarakat terhadap penanggulangan HIV, masih tingginya stigma dan diskriminasi di masyarakat, adat dan budaya yang masih kuat. Selain itu, banyaknya ODHA yang putus atau berhenti mengkonsumsi obat ARV. “Dan masih ada ODHA yang lebih percaya obat ramuan tradisional ketimbang obat ARV, ada juga populasi kunci yang sulit dijangkau dan sangat tertutup. Tujuan kami dalam penanggulangan HIV yakni ada 3 zero di tahun 2030, dimana diharapkan tahun 2030 tidak ditemukan lagi infeksi baru HIV atau kasus baru,” harapnya.

Jenny mengakui,  memang jika  dilihat dari data, bukannya berkurang tapi justru meningkat. Melalui penanggulangan HIV, tahun 2030 diharapkan tidak ada lagi orang meninggal karena AIDS dan 2030 tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHA. “Selama ini banyak hal sudah dilakukan untuk penanggulangan HIV. Misalnya, KPA melakukan pertemuan tiap bulan dengan pekerja seks komersil untuk memberikan edukasi agar menjaga kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan serta pengobatan,” tuturnya.

Memang jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Sorong tinggi, namun bukan berarti tidak ada upaya yang dilakukan untuk penanggulangan HIV. Justru itu menunjukkan program penanggulangan di Kota Sorong berjalan baik, makanya banyak ditemukan kasus. Angka tinggi belum tentu pelayanan tidak baik, tapi justru merupakan keberhasilan program. “Dan menunjukkan semua bekerja, baik LSM penjangkau, LSM pendamping dan pusat layanan sudah bekerja maksimal, bahkan Pemerintah Kota Sorong melalui Dinkes Kota Sorong yang telah menyiapkan pengobatan melalui AVR di 10 Puskesmas dan Rumah Sakit Sele Be Solu dan jumlah ARV kami masih cukup untuk saat ini,” imbuhnya. (juh)

Data HIV/Aids di Kota Sorong :

Penderita HIV : 1.477 kasus (Laki-laki 657 kasus, perempuan 820 kasus).

Penderita AIDS : 830 kasus (Laki-laki 460 kasus, perempuan 370 kasus).

Total keseluruhan kasus HIV/AIDS : 2.307 kasus.

Sebanyak 6.563 orang memeriksakan diri. 

Tes HIV/AIDS : 5.130 orang (102 orang positif  HIV).

Ibu hamil yang dites HIV : 2.503 orang (16 orang positif HIV).

Penderita HIV/AIDS terbanyak : Pegawai Swasta 684 kasus, Ibu Rumah Tangga (IRT) 517 kasus. 

Meninggal karena HIV/AIDS : 318 kasus (Laki-laki 194 kasus dan perempuan 124 kasus).

Penderita HIV/Aids berdasarkan kelompok usia :

  • – Dibawah 1 tahun : 7 kasus
  • – Usia 1-4 tahun : 24 kasus 
  • – Usia 5-14 tahun : 34 kasus
  • – Usia 15-19 tahun : 138 kasus
  • – Usia 20-29 tahun : 833 kasus
  • – Usia 30-39 tahun : 679 kasus
  • – Usia 40-49 tahun : 381 kasus
  • – Usia 50-59 tahun : 110 kasus
  • – Usia 60 tahun ke atas : 101 kasus.

Sumber : Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed