oleh

Resmob Bekuk Predator Anak

AIMAS – Tim Resmob Satreskrim Polres Sorong berhasil membekuk pria berinisial MK (37) di Distrik Klamono Kabupaten Sorong, atas dugaan pencabulan anak di bawah umur yang terjadi belum lama ini. Kapolres Sorong AKBP Iwan P. Manurung,S.IK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Sorong IPTU Ridho Mustofa,S.TK membenarkan informasi tersebut. 

Kasat Reskrim menjelaskan, kasus pencabulan itu terungkap saat ibu korban hendak memandikan korban dan melihat bercak darah yang menempel di celana dalam korban. “Awalnya si ibu mengira anaknya datang bulan, namun saat menanyakan hal tersebut anaknya mengaku bahwa dirinya baru saja menjadi korban pelecehan seksual dari MK. Tersangka merupakan tetangga korban di salah satu perumahan perkebunan kelapa sawit,” jelas Kasat Reskrim.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Tidak terima atas perbuatan pelaku terhadap anak perempuannya, ibu korban kemudian mendatangi Polres Sorong dan melaporkan kejadian yang dialami korban. Menindak lanjuti laporan tersebut, hanya hitungan jam, Tim Resmob berhasil membekuk pelaku di kediamannya. 

MK selanjutnya digiring ke Mapolres Sorong untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, MK menerangkan kejadian tersebut berawal saat dirinya melihat korban bermain di depan rumah pelaku. Melihat situasi sedang sepi, pelaku mengajak korban ke dalam rumahnya, lalu membujuk korban membuka pakaiannya dengan iming-iming akan memberikan uang jajan kepada korban jika permintaannya dituruti. “Termakan bujuk rayuan pelaku, akhirnya korban menuruti permintaan tersebut. Pelaku kemudian memasukan jarinya ke (maaf) kemaluan korban hingga mengalami luka dan berdarah,” beber Kasat.

Kini pelaku mendekam di sel tahanan Polres Sorong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun  dan paling lama 15 tahun penjara.

Diterangkan Kasat, tindakan pelaku merupakan predator dan tidak menutup kemungkinan ada korban lain, namun saat ini baru satu korban yang melapor. Kasat megimbau para orangtua agar berhati-hati dan waspada terutama keselamatan anak di lingkungan rumah. Selain itu, anak juga perlu diberikan literasi agar memiliki self protection (perlindungan diri) yang memadai. Pemberian literiasi tersebut ditujukan agar si anak tidak mudah menjadi sasaran pelaku kejahatan seksual apapun modusnya.

“Meski hanya bermain di lingkungan rumah, anak harus tetap terpantau orang tua agar ia tak menjadi korban perlakuan yang tidak pantas. Selain itu ada baiknya mereka dibekali self protection, sehingga anak memiliki kemampuan untuk memfilter perilaku orang sekitar,” tandas Kasat Reskrim. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed