oleh

Realisasi Penggunaan Anggaran Covid Capai Rp 34 M

KAIMANA – Kejaksaan Negeri Kaimana, telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan tim Covid-19 Kaimana tentang pengawasan dan transparansi penggunaan dana Covid-19. Sejak dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, Kejaksaan Kaimana terus berupaya untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan anggaran tersebut.
Berdasarkan hasil pendampingan dari Kejaksaan Negeri Kaimana, terhadap realisasi penggunaan anggaran dana Covid-19, telah mencapai Rp 34 miliar atau 25 persen dari total anggaran Rp 129 miliar lebih.
“Kami sudah melakukan pendampingan, dengan memanggil dan menanyakan sejauh mana penggunaan dana Covid-19 oleh tim Covid-19 Kaimana. Kemarin kami pertegas kembali, tentang besaran dana tersebut. Besarannya Rp 129 miliar lebih, dan sudah terealisasi Rp 34 miliar lebih,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Kaimana Sutrisno ­Margi Utomo, kepada awak Media di Ruang kerjannya, Selasa (21/7).
“Sehingga masih tersisa anggaran yang belum digunakan sebesar Rp 95 milair lebih,” sambungnya.
Dikatakannya, dari jumlah realisasi pemakaian dana tersebut, terdapat beberapa item pengeluaran. Mulai dari pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang didatangkan ­dari Cina, sehingga hal tersebut menjadi fokus pengawasan pihaknya.
“Kami fokus terhadap Rp 34 miliar ini digunakan untuk item apa saja. Berdasarkan laporan penggunaanya yakni Rp 500 juta penggunaannya untuk kegiatan tim gugus. Kemudian untuk APD yang didatangkan dari Cina jumlahnya Rp 32 miliar lebih,” ungkapnya.
Pihaknya juga telah memastikan keberadaan APD yangtelah didatangkan ke Kaimana. APD berupa protection suit steril 1300 pcs, protection suit non steril 30.000 pcs, shocs cover 12500 pcs, goggles 20000 pcs, mask KN 95 20000 pcs, non contact forhead thermometer 250 pcs dan rapid test for covid19 30500 pcs telah disimpan di tempat dengan suhu yang baik.
“Penggunaan dana Rp 32 Milliar lebih, dengan jangka waktu sampai dengan bulan Desember 2020 nantinya bukan habis pakai. Artinya semua APD yang telah dibelanjakan tersebut, ketersediaanya sampai dengan bulan Desember 2020,”tuturnya.
Kajari mengatakan, pihaknya telah menanyakan tentang penggunaan anggaran sebesar Rp 32 milair untuk kebutuhan APD. Dapat dipastikan penggunaan dana tersebut, sementara untuk di luar APD,disalurkan melalui bantuan ke tim Covid Kaimana.
Selain APD, dana sebesar Rp 433 juta telah digunakan untuk keperluan sembako, yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak langsung akibat Corona.
“Ini untuk beli beras, minyak dan lain – lain, intinya keperluan sembako, telah dibagikan kepada TKBM, Ibu-ibu penjual sayuran di emperan toko, mama – mama penjual di pasar, kemudian tukang pecah batu,”pungkasnya.(fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed