oleh

Razia Lapas, Temukan Obat Kuat

SORONG – Razia gabungan digelar di kamar hunian Lapas Kelas 2B Sorong, Jumat (9/4) malam. Beberapa barang temuan disita petugas, namun ada satu barang yang membuat petugas dalam kegiatan operasi itu tercengang, ketika ditemukan suplemen yang setelah diselidiki ternyata merupakan obat kuat atau penambah stamina bagi pria. 

Obat kuat ditemukan di salah satu kamar hunian Lapas Kelas 2B Sorong, namun obat tersebut masih dalam kondisi utuh dan tersegel. Selain obat kuat, petugas juga menemukan alat yang lazim digunakan sebagai charger HP. Sayangnya, meski chargernya ‘terciduk’, tak ada HP atau sejenis alat komunikasi lain yang ditemukan. 

Dari hasil razia tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah benda-benda lain yang diduga berpotensi bisa digunakan sebagai benda tajam untuk mencelakai orang lain, seperti sendok, gunting, besi, paku, silet, dan sebagainya.

”Dari hasil penggeledahan disini kami temukan ada charger HP, namun kami tidak menemukan HP dalam razia hari ini. Tidak tahu apakah charger itu punya petugas atau bukan. Tapi saya jangan dikempompongin, ini harus didalami,” ujar Kakanwil Kemenkumham Papua Barat, Slamet Prihantara kepada wartawan semalam

“Kami menyita sendok makan stainless. Sekilas jika dilihat mungkin ini bukan apa-apa, hanya sekedar peralatan makan saja, namun benda ini masuk kategori rawan terhadap gangguan keamanan. Karena ketika sendok ini dikuasai oleh orang yang kurang bertanggung jawab, maka sendok yang seharusnya jadi peralatan makan itu bisa diasah atau dipertajam ­sehingga bisa berpotensi membahayakan orang lain,” sambungnya.

Razia gabungan melibatkan Kanwil Kemenkumham Papua Barat, Kalapas dan Bapas Kelas 2B Sorong, Polres Sorong Kota, Babinsa dan BNNP, dilakukan guna memastikan keamanan dan ketertiban di Lapas Sorong. Agenda razia gabungan ini juga dilaksanakan untuk memperingati perayaan Hari Bhakti Permasyarakatan pada 27 April mendatang, sehingga kegiatan operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh rutan dan sel yang ada di Papua Barat.

”Kondisi ini harus tetap dijaga karena Lapas Kelas 2B Sorong merupakan Lapas ke-2 terbesar di Papua Barat setelah Manokwari. Semoga lapas ini tetap menjadi lapas rujukan yang stabilitas keamanannya terus terjaga untuk pembinaan,” harapnya.

Ditegaskannya, dari sekian banyak benda-benda hasil temuan razia tersebut, dua benda yang wajib didalami lagi yakni changer HP dan obat kuat. ”Nanti ditindak lanjuti terkait penemuan malam ini, terutama suplemen yang diduga obat kuat dan charger HP mengapa bisa ditemukan di kamar napi,” perintahnya. 

Kadiv Pemasyarakatan, Masjuno menuturkan meski razia gabungan dilaksanakan serentak di seluruh rutan dan lapas di Papua Barat, namun hanya razia di Lapas Sorong yang dibuka bagi rekan media guna kebutuhan publikasi. Hal tersebut dilakukan demi menciptakan nuansa transparansi dan keterbukaan agar berita tersebut bisa menjadi konsumsi masyarakat luas.

”Razia gabungan ini untuk menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban serta penegakan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Razia gabungan di Papua Barat yang dipusatkan untuk publikasi adalah yang kegiatannya dilaksanakan di Lapas Sorong.

Kalapas Kelas 2B Sorong, Gustav Rumaikewi menambahkan bahwa razia gabungan tersebut sudah dilaksanakan di seluruh sel hunian yang terbagi dalam 8 blok, yakni Blok Maleo, Mambruk, Kasuari, Belibis, Merpati, Cendrawasih, Camar dan Blok Karantina.

Terkait perintah penanganan dan penindakan lanjutan sesuai yang diharapkan Kakanwil Kemenkumham terhadap hasil temuan razia gabungan ini, Kalapas mengaku siap melaksanakannya. Nantinya, pemilik barang-barang yang yang diamankan saat razia tersebut akan diinterogasi untuk dimintai keterangan mendalam, terutama bagi napi pemilik obat kuat dan charger HP. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed