oleh

Ratusan Petugas Sensus Jalani Rapid Test

-Metro-107 views

SORONG– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong menggelar Rapid test gratis kepada 380 orang petugas sensus penduduk di Kantor BPS Kota Sorong, Kamis (13/8).

Kepala BPS Kota Sorong, Ir. Mery., MP, kepada awak media di ruang kantornya menjelaskan, 380 orang tersebut merupakan petugas sensus penduduk yang akan melakukan pendataan atau wawancara tatap muka langsung dengan masyarakat Kota Sorong pada tanggal 1 hingga 30 September 2020 mendatang. 

“Dilakukan rapid test agar ketika petugas Sensus turun ke masyarakat sudah dinyatakan sehat atau bebas Covid-19 saat melakukan wawancara langsung dengan masyarakat,” ujar Mery.

Dijelaskannya sensus penduduk secara nasional telah dilakukanya pada tanggal 15 Februari sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 lalu secara online, sementara itu sensus penduduk pada tanggal 1 sampai 30 September 2020 dimana kembali mendata ulang pendidik yang belum terdaftar dalam sensus online.

“Sehingga untuk Kota Sorong sensus penduduk secara online baru capai 18 persen dari jumlah penduduk sekitar 260.000 orang, Sehingga 380 orang petugas ini akan turun melakukan sensus secara langsung atau sensus dengan mewawancarai langsung dengan masyarakat,” tandasnya.

Selain persiapan rapid test dan juga sebelum pelaksanaan tugas di lapangan, kata dia, para petugas sensus juga akan dilatih oleh instruktur nasional pada tanggal 18 sampai 24 Agustus 2020 mendatang. 

Petugas sensus tersebut, tambah dia, tergabung dalam petugas BPD maupun Mitra BPS yang selama ini bekerja membantu BPS dalam pelaksanaan sensus penduduk.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sorong dalam hal ini Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM dengan tujuan mengharapkan agar mengeluarkan surat edaran kepada kepala distrik maupun kepala kelurahan beserta RT/RW untuk mendukung suksesnya pelaksanaan sensus penduduk wawancara tahun 2020 ini di Kota Sorong.

“Kami berharap semua masyarakat Kota Sorong tidak ada yang terlewatkan karena harapannya dengan data penduduk nantinya itu dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk menyusun berbagai program kebijakan khususnya di dalam pembangunan yang ada di Kota Sorong,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed