oleh

Ratusan Pengusaha OAP Kembali Demo

-Manokwari-625 views

MANOKWARI-Untuk kesekian kalinya ratusan pengusaha  orang asli Papua (OAP) melakukan aksi di kantor Dinas  Pekerjaan Umum (Dinas PU) Provinsi Papua Barat, Kamis (3/10/2019). Mereka menuntut pembagian paket proyek secara adil. Masih banyak pengusaha OAP  yang belum mendapatkan paket pekerjaan padahal tersisa 2 bulan tutup anggaran 2019.

Para pengusaha mengaku sudah datang ke beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) tetapi tak ada lagi paket karena telah didistribusikan ke pengusaha OAP lainnya. Mereka meminta kepada Dinas PU untuk membagi-bagi paket yang ada secara merata.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dan Kadis PU Heri Saflembolo menemui ratusan pengusaha di halaman kantor Dinas  PU. Wagub mengatakan, paket pekerjaan sangat terbatas, sedangkan jumlah pengusaha lebih banyak.

Dengan maksud pemberdayaan kepada pengusaha OAP, pemerintah sudah berupaya keras untuk membagikan paket pekerjaan secara merata. Salah satu yang dilakukan membagi paket besar menjadi beberapa paket untuk mengakomodir pengusaha.

Dia meminta  kepada Dinas  PU untuk membagi-bagi paket pekerjaan besar menjadi beberapa bagian. Sehingga diharapkan, pekan depan sudah dilakukan penandatangan kontraktor dan segera bekerja. “Secara teknis akan dilihat Dina PU. Kita harapkan minggu depan sudah selesai,’’ ujarnya.

Kadis PU kepada wartawan, mengatakan, desakan agar para pengusaha OAP mendapatkan paket pekerjaan membuat pemerintah daerah berpikir keras bagaimana memecah atau membagi pakerjaan besar menjadi lebih kecil. Paket yang bisa dipecah,seperti pekerjaan parit, cor jalan, pekerjaan pemeliharaan, jalan lingkungan, tetapi untuk pembuatan rumah tak bisa dipecah-pecah.

Saflembolo mengatakan, pihaknya akan menghitung kembali nilai nominal per kegiatan/pekerjaan. Namun demikian, meskipun sudah dilakukan pemecahan paket, tetap saja ada pengusaha OAP yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan. “Kita ini sekarang sudah terbentur dengan waktu pelaksanaan pekerjaan. Mestinya terhitung tanggal 4 Oktober ini sudah tandatangani kontrak. Waktu kita tinggal 74 hari karena tanggal 13 Desember itu sudah selesai semuanya,” katanya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed