oleh

Ramadan, Vaksinasi Tetap Dilaksanakan

SORONG – Jubir Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy Laku,S.Pi,MM menjelaskan, perkembangan data kegiatan vaksinasi untuk tahap kedua termin pertama bagi pelayanan publik dosis pertama telah melakukan penyuntikan vaksinasi kepada 1.673 warga Kota Sorong, dan dosis kedua 1,565, sehingga total 3.238 orang telah divaksin, didalamnya termasuk lansia yang divaksinasi pada tahap kedua termin pertama untuk dosis pertama 19 orang dan dosis yang kedua 4 orang, sehingga lansia yang sudah divaksinasi ­sebanyak 23 orang untuk tahap kedua termin pertama.

“Kegiatan vaksinasi untuk termin kedua tahap kedua, untuk dosis pertama sudah dilakukan penyuntikan terhadap 2.335 orang. Dosis kedua masih menunggu realisasinya yaitu 14 hari dan 24 hari untuk lansia. Sementara untuk lansia yang disuntik pada tahap kedua termin kedua untuk dosis pertama berjumlah 433 orang,” katanya, Rabu (7/4).

Vaksinasi tahap berikutnya, masih menunggu pengiriman vaksin dari pemerintah pusat. Selama Ramadan nanti, Ruddy memastikan kegiatan vaksinasi tetap dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dari Kementrian Kesehatan dan Tim Satgas Covid-19 pusat.  “Mekanismenya akan dilakukan dari tim Dinas Kesehatan, baik itu jumlah kuotanya, tempat pelaksanaan vaksinasi akan tetap disesuaikan dengan tahapan pertama dan tahap kedua,” ujarnya. 

Untuk diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan proses vaksinasi kepada seseorang muslim di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa, sehingga umat Islam bisa melakukan puasa di siang hari. ”Pandangan MUI Jatim sebagaimana MUI Pusat bahwa pelaksanaan vaksin harus tetap berjalan. Karena bersamaan dengan ibadah ramadhan umat Islam tetap diminta mengikuti vaksinasi dan puasanya sah, tidak batal,” kata Ketua Fatwa MUI Jatim KH Makruf Khozin, baru-baru ini.

Makruf lantas merujuk pada ijtihad para ulama, di mana vaksinasi tidak membatalkan puasa seseorang di bulan Ramadan. ”Radaman ini tetap dilanjutkan vaksinasi. Apakah tidak membatalkan puasa karena ada yang dimasukkan ke dalam kulit? Dalam Fikih Syafi’iyah tidak membatalkan, sebab kategori batal puasa adalah masuknya benda ke dalam perut melalui lubang yang menjurus ke dalam perut seperti mulut, hidung dan telinga. Sementara lengan tempat vaksin dimasukkan tidak tembus ke dalam perut,” terangnya.

Selain itu, menurut Makruf, vaksinasi tidak membatalkan puasa juga berdasar sesuai tafsir Al-Mahali 2/71. ”Jika seseorang memasukkan obat karena luka melalui betis sampai ke dalam daging atau menusukkan pisau ke dalam daging sampai ke sumsum tulang, maka tidak batal sebab bukan termasuk kategori perut,” terangnya. Dia juga meminta masyarakat yang mendapat jadwal vaksin di bulan Ramadan agar tidak bingung dan ragu. Apalagi, vaksinasi adalah usaha bersama untuk menyelesaikan pandemic Covid-19. (zia/***/detikcom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed