oleh

Ramadan dan Idul Fitri, Perputaran Uang di PB Capai Rp 455 M

-Ekonomi-96 views

2021, Peredaran Uang Lebih Baik Dibanding 2020

MANOKWARI – Geliat perekonomian dan pertumbuhan ekonomi di Papua Barat tahun 2021 semakin membaik dibanding awal pandemi virus corona (Covid-19) tahun 2020. Salah satu indikatornya, peredaran uang saat bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021 lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat, Rut Eka Trisilowati membeberkan, selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri, perputaran uang Rp di Papua Barat mencapai Rp 455 miliar telah mencapai 85% dari target. ‘’Itu dalam kondisi yang normal, kita tidak mengharapkan 100% atau lebih. Kalau lebih berarti nggak sesuai perencanaan,’’ ujar Eka usai menghadiri Pencanangan Puncak Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas), di Manokwari City Mall, Kamis (20/5).
Kepala Perwakilan BI berhadap, pada triwulan II tahun 2021 ini perekonomian Papua Barat semakin membaik. Pendorong perekonomian, di antaranya konsumsi rumah tanggah, salah satunya usaha mikro kecil dan menengah, pertanian, perikanan.

PMB OPBJJ-UT Sorong

‘’Itu ( sektor usaha mikro kecil dan menengah, pertanian, perikanan) tulang punggung pertumbuhan ekonomi nomor dua di Papua Barat setelah migas LNG Tangguh,’’ jelasnya lagi.
Eka Trisilowati berharap banyak dari Pencanangan Hari Konsumen Nasional. Konsumen yang menempati rangking kedua dalam distribusi Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) dapat memberikan kontribusi.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memacu daya serap APBD. Konsumen juga berbelanja secara cerdas. ‘’Konsumen berbelanja sesuai kebutuhan. Belanja pijak dalam arti membeli produk sesuai standar Indonesia,’’ ucapnya.
Pada Puncak Peringatan Hari Konsumen, Kepala Perwakilan BI berharap dapat memberi dampak positif bari pertumbuhan ekonomi di daerah ini. Sehingga perekonomian di Papua Barat terus tumbuh positif walau di masa pandemi Covid-19.

‘’Pada triwulan 1 tahun 2021, pertumbuhan ekonomi tumbuh positif. Kita harapkan pada triwulan II ini tumbuh lebih baik dibanding triwulan I. Secara historis juga begitu, triwulan II selalu lebih baik dibanding triwulan I,’’ tandasnya.
Soal larangan mudik Lebaran menurut Eka Trisolawati pengaruh pertumbuhan ekonominya berbeda untuk setiap daerah. ‘’Di Papua Barat tidak terlalu pengaruh. Di hari pencanganan konsumen ini kita harapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,’’ tambahnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed