oleh

R4 Ingin Pelantikan Bupati-Wabup Virtual

MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menghendaki pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2021-2026 dilak­sanakan secara virtual atau teleconference sesuai instruksi Mendagri. Sedangkan 3 kabupaten lainnya, Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak ingin tatap muka atau pelantikan di ibukota provinsi, Manokwari.

Asisten 3 Bidang Administrasi Setda Provinsi Papua Barat, Raymond Yap kepada Radar Sorong mengatakan, keinginan pemerintah Raja Ampat akan pelantikan bupati-wakil bupati terpilih secara virtual disampaikan pada rapat dihadiri para Plh Bupati. “Kalau 3 kabupaten lainnya ingin pelantikan secara tatap muka, tetapi Raja Ampat maunya secara virtual,” kata Raymond Yap  yang ditemui di Mansinam Beach Resort, Selasa (23/2) malam.

Namun untuk kepastian apakah pelantikan secara tatap muka atau virtual, menunggu petunjuk lebih lanjut dari Mendagri. Yang pasti, hasil pertemuan para Plh Bupati di kantor gubernur, Senin (22/2) telah dikirim ke Jakarta. “Kita tunggu saja bagaimana keputusan akhir dari Kemendagri. Pemerintah Provinsi Papua Barat tetap mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan, apakah pelantikan secara virtual atau tatap muka,” ujarnya.

Yap mengatakan, sesuai informasi terakhir dari Kemendagri, pelantikan bupati-wabup terpilih hasil Pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan 26 Februari 2021. “Informasi terakhir pelantikan tanggal 26 Februri, sampai saat ini belum ada perubahan,” bebernya.

Seperti diketahui, ada 4 bupati-wakil terpilih yang akan dilantik, yakni Pegunungan Arfak pasangan Yosias Saroy-Marinus Mandacan, Manokwari pasangan Hermus Indou-Edi Budoyo, Manokwari Selatan Markus Waran-Wempy Rengkung, Raja Ampat pasangan Faris Umlati-Orideko Iriano Burdam. Sedangkan hasil Pilkada Teluk Wondama masih dalam tahap sidang di MK (Mahkamah Konstitusi).

Sebelumnya, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi  Papua Barat, Agustinus Rumbino,S.IP,MSi mengatakan, pihaknya telah mengirim surat ke Mendagri agar pelantikan dapat dilaksanakan secara tatap muka langsung, bukan secara virtual atau teleconference. “Para Plh Bupati meminta supaya pelantikan (bupati-wakil bupati terpilih) dilaksanakan secara tatap muka seperti biasa. Ini kan momen lima tahun sekali, masyarakat sangat ingin menyaksikan secara langsung,” kata Rumbino. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed