oleh

Putri Kelahiran Sorong Dikirim Bertugas ke Afrika

SORONG – Novi Mulalinda, putri kelahiran Sorong 21 November 1985 merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Ekmon Mulalinda dan almarhumah Lies Ekmon. Ia menamatkan sekolahnya di SD Inpres 49 Sorong tahun 1997, lulus SMP Negeri 1 Sorong tahun 2000 dan lulus SMA Negeri 3 tahun 2003. ­Bercita-cita menjadi tentara, ia mengejar ­cita-­citanya dengan menjaga fisik dan kesehatan sejak di bangku sekolah.

Tahun 2007, ia mengikuti seleksi penerimaan Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) di Jayapura – Papua dan dinyatakan lulus, dinas pertamanya di Lantamal VI Makasar. Selain menjadi prajurit TNI AL, ia juga aktif sebagai atlet selam Sulawesi Selatan. Berbagai turnamen dan penghargaan diraihnya serta mengharumkan nama Sulsel. Salah satunya, Kejurnas Wakatobi meraih medali emas, Kejurnas Karimunjawa,  PON XIX di Jawa Barat meraih medali perunggu, SAIL Bunaken dan turnamen selam lainnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Tahun 2019, ia dipindahtugaskan memperkuat Armada 3 di Sorong, kampung halaman dan kampung kelahirannya. Sekitar 3 bulan bertugas di Armada 3, ia dipercayakan mengikuti turnamen bergengsi selam di Jakarta. Dua mendali emas diraihnya dalam cabang selam open water sports (NOWS) 2019 di Jakarta.

Prestasinya yang membukit tidak membuatnya tinggi hati. Ia kemudian berpikir untuk mengabdi kepada negara dengan cara berbeda. Ia pun memutuskan mendaftar dan mengikuti seleksi penerimaan Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) TNI Kongo XXXIX-C MONUSCO Kongo Tahun 2020 dan dinyatakan lolos dari sekian banyak anggota TNI yang mendaftarkan diri.

Ia memilih menjadi tentara perdamaian di Kongo – Afrika karena alasan kesamaan kehidupan di Papua. Semisalnya, iklim cuaca, orang-orangnya dan suasana baru yang lebih menantang. Disana ia akan menjabat sebagai Wakil Komandan (Wadan) Female Engagement Team (FET) bertugas untuk melakukan pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan seksual dan kekerasan di Afrika. 

Ia berharap generasi muda untuk tidak berhenti bermimpi dan memiliki cita-cita. Bukan hanya sekedar mimpi tapi bagaimana meraih mimpi itu. Selain berusaha, jangan lupa untuk selalu berdoa dan meminta restu orang tua. Momentum Hari Ibu pada (22/12) menjadikan momentum baginya untuk mengucapkan rasa terima kasih yang tak terbatas kepada sang ibunda yang telah wafat 8 tahun silam. Baginya, sosok Ibu dan doanya tidak mungkin membawanya hingga bisa menjadi seperti saat ini. ”Di sana nanti saya akan melakukan pendampingan terhadap perempuan, korban seksual dan kekerasan di Afrika,” katanya.

Pemerintah Kota Sorong dalam hal ini Wali Kota Sorong,Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengapresiasi dan turut bangga atas tugas negara yang diemban oleh Novi yang dikirim negara ke Afrika, karena Novi merupakan anak kelahiran Kota Sorong dimana menjadi daerah yang dipimpinnya. ”Tidak semua harus diutus, dari sekian banyak, Ade yang diutus. Kepercayaan negara kepada Ade, bawalah nama baik negara, lebih khusus Kota Sorong. Jaga diri, pergi selamat kembali juga selamat. Selamat bertugas,” pesan Wali Kota dengan penuh kebanggaan.

Selain itu juga, Novi akan mendampingi anak-anak Afrika untuk belajar membaca, menulis, menggambar dan mendongeng. Sehingga Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Papua Barat, Olha Mulalinda mengatakan dengan diberikannya kesempatan bagi salah satu putri terbaik Papua Barat untuk menjadi pasukan perdamaian tidak dilewatkan dengan memberikan bantuan berupa buku bacaan, buku gambar, buku tulis, cryon, pensil warna dan alat tulis untuk anak-anak di Kongo-Afrika.

”Terima kasih buat dokter Riyanti Windesi spesialis anak yang sudah ikut menyumbangkan buku hasil karyanya yang menceritakan kisah dua anak di raja ampat dan semua pengurus serta anggota FJPI yang ikut menyumbangkan sedikit rejekinya bagi anak-anak di Afrika. Moment ini sebagai bentuk kepedulian kami FJPI kepada perempuan dan anak disana,” kata Olha.  Selanjutnya, Novi akan melakukan karantina mandiri selama 2 minggu di Jakarta, masuk ke mess dan persiapan keberangkatan ke Kongo-Afrika yang direncanakan sekitar bulan Februari atau Maret 2021. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed