oleh

Pustu Sauwandarek R4 Tak Ada Petugas Medis

-Metro-672 views

WAISAI – Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Sauwandarek, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat sudah lama tidak ada petugas medisnya. Padahal pustu itu bangunannya bagus dengan satu kopel satu rumah tinggal petugas.

  Pantauan koran ini di Kampung Sauwandarek beberapa waktu lalu bersama sejumlah wartawan dan melihat langsung kondisi Pustu tersebut sangat disayangkan tidak ada satupun petugas medis yang berada di tempat. 

  Meskipun ada 1 hingga 2 kali pelayanan Puskesmas Keliling (Pusling) dalam sebulan, namun jika terjadi situasi darurat warga kampung terpaksa harus pergi ke puskesmas distrik dan terkadang warga juga langsung membawa ke ibu kota Waisai menggunakan longboat.

  Kepala Kampung Sauwandarek, Distik Meos Mansar, Korinus Urbata melalui Sekretaris Kampung Wellem Watem saat dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan bahwa sudah lama Pustu tersebut tidak ada petugas kesehatannya.”Kami sudah usul ke distrik kalau bisa ada petugas medis yang ditugaskan untuk melayani masyarakat di sini, tapi sampai sekarang tidak ada petugas,” ungkap Wellem.

  Menurut Wellem ia pun sampai saat ini tidak tahu alasan apa sampai tidak ada petugas medis yang mau bertugas di Pustu Kampung Suwandarek, padahal sudah disampaikan keluhan tersebut.”Karena pustunya tidak ditempati dan kosong dan tidak terawat kami ijinkan sementara warga yang tempati untuk jaga dan bisa dirawat juga, karena sebelumnya pustu tersebut sedikit rusak karena tidak dihuni dan dirawat, sehingga ada yang tinggal untuk merawatnya,” jelas Wellem.

  Wellem berharap kedepannya ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kepada masyarakat Kampung Sauwandarek khususnya pelayanan kesehatan.

  Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat Abdul Manan, SKM saat ditemui di ruang kerjaanya belum lama ini membenarkan ketiadaan petugas medis di Pustu Kampung Sauwandarek, diakibatkan karena petugas yang bertugas di Puskesmas yang terletak di Kampung Yembekwan ibu kota Distrik Meos Mansar minim. “Tetapi tetap itu tanggungjawab kita di dinas, nanti kita akan koordinasi dengan Puskesmas, karena kepala puskesmas juga baru dilantik beberapa waktu lalu,”ucap Abdul Manan.

  Abdul menambahkan bahwa bukan kali ini saja sering juga pihaknya monitoring tetapi hal itupun ditemuinya di lapangan bahwa petugas puskesmas tidak berada di tempat. “Ini masalah yang kita akan selesaikan, dan mudah-mudahan dengan pergantian kepala puskesmas yang baru ini bisa sering juga monitoring ke beberapa pustu di Distrik Meos Mansar khususnya di Kampung Sauwandarek agar bisa menempatkan beberapa petugas medis di Pustu tersebut, “tambah Abdul.

  Perlu diketahui bahwa jumlah warga yang mendiami kampung ini sebanyak 48 Kepala Keluarga (228 jiwa. Mata pencaharian utama sehari-hari warga kampung ini nelayan, selain itu pemahat kayu ukiran musiman dan pengrajin tas dari daun tikar untuk cenderamata wisatawan yang berkunjung.

  Kampung ini terletak di Kepulauan Mansuar dan memiliki sejumlah spot diving, snorkeling yang sering dikungjungi wisman dan wisdom karena tertarik dengan keindahan lautnya. Kampung ini juga memiliki daya tarik telaga danau berada di tengah-tengah kampung tersebut dan memiliki cerita unik serta dihuni satwa burung yang berkicauan nan indah serta pengunjung juga bisa memberi makan ikan dari tepi pantai pasir yang putih.(hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed