oleh

Puntung Rokok Diduga Penyebab Kebakaran

SORONG – Diduga penumpang membuang puntung rokok di kasur dek 2 menyebabkan KM Fajar Baru 8 terbakar di Pelabuhan Rakyat Kota Sorong, Minggu (7/3). Kebakaran besar terjadi sekitar pukul 17.00 WIT, nyaris menghabiskan keseluruhan kapal KM Fajar Baru 8 yang baru saja tiba di Pelabuhan Rakyat Kota Sorong dari Kabupaten Raja Ampat mengangkut 138 penumpang.

Pantauan Radar Sorong, selama kurang lebih 2 jam lamanya KM Fajar Papua Baru 8 terbakar. Bermula sekitar pukul 17.00 WIT hingga 19.00 WIT barulah tim Pemadam Kebakaran Kota Sorong berserta 1 unit mobil pemadam kebakaran dan beberapa mobil tanki air, sea rider TNI AL serta dibantu kapal-kapal di sekitar, berhasil menjinakkan api. Beruntungnya, ABK maupun 139 penumpang selamat, sementara dek 3 (bagian atas) KM Fajar Baru 8 hangus terbakar.

Kepala Kantor Kasyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Sorong, Jece Julita Piris,SE,M.Si menjelaskan, dugaan terjadinya kebakaran yakni penumpang membuang puntung rokok di kasur penumpang Dek 2 sehingga menimbulkan percikan api. “Tidak ada faktor alam maupun faktor teknis, namun diduga karena penumpang membuang puntung rokok di kasur yang berada di dek 2,” jelas Jece Julita Piris melalui rilisnya, kemarin.

Sebelumnya, ABK KM Fajar Baru 8 bagian mesin, Bobi yang ditemui di Pelabuhan Rakyat, mengaku tidak tahu pasti apa penyebab terjadinya kebakaran yang hampir saja menghanguskan keseluruhan kapal tersebut. Sebab saat kejadian, ia sedang berada di kamar ABK. Tiba-tiba sekitar pukul 17.00 WIT, nahkoda KM Fajar Baru memberitahukan telah terjadi kebakaran.  “Waktu kejadian itu saya berada di kamar dan nahkoda yang kasih tahu kemudian saya sempat mengambil tabung pemadam api namun api semakin besar,” ujarnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Menurut Bobi, api berasal dari Dek 2 bagian belakang KM Fajar Baru 8, dimana Dek II merupakan ruangan penumpang. Akan tetapi, pemicu terjadi kebakaran ia belum tahu pasti lantaran setelah mengetahui adanya kebakaran, ia bersama dengan sejumlah ABK KM Fajar Baru 8 lainnya mencoba memadamkan api dengan tabung pemadam api namun sia-sia lantaran api semakin membesar. “Ketika tahu adanya kebakaran, kami mengambil pompa pemadam namun api semakin membesar dan asap semakin banyak sehingga kami tidak bisa memadamkan api dan memilih untuk menyelamatkan diri. Kami ABK 11 orang,” ujarnya.

Ditambahkan Bobi, ia hanya mengambil sedikit barang yang bisa diselamatkan. Selanjutnya ia dibantu temannya berusaha melompat ke dermaga sehingga kakinya terkilir. Sementara itu, rekan-rekan ABK lainnya memilih untuk melompat ke air.

Diketahui bahwa, KM Fajar Papua 8 berangkat dari Kabupetan Raja Ampat sekitar pukul 14.30 WIT dengan mengangkut 138 penumpang ke Sorong dengan bersandar di Pelabuhan Rakyat, Kota Sorong. Beruntungnya, semua penumpang sudah diturunkan barulah tiba-tiba KM Fajar Baru 8 terbakar. “Selama perjalanan dari Waisai ke Sorong tidak ada hal-hal yang aneh pada kapal. Kita setengah jam sudah sandar, penumpang turun,” terangnya seraya menambahkan padahal KM Fajar Papua Baru 8 direncanakan Senin (8/3) akan kembali berangkat menuju Misool dan Pulau Seram.

Salah satu penumpang yang enggan namanya dikorankan mengatakan, peristiwa terbakarnya kapal tersebut terjadi ketika kapal sedang sandar di pelabuhan. “Kapal baru saja sandar di pelabuhan dan kamipun turun dari kapal ke dermaga. Sementara sudah di dermaga, 15 menit kemudian tiba-tiba kami lihat gumpalan asap hitam tebal keluar dari celah-celah di bagian belakang kapal. Langsung kitorang lari menjauh dari kapal, lalu berselang 1 menit kemudian terlihat kobaran api besar keluar dari celah-celah kapal lagi,” jelasnya. 

“Karena panic, kami pun dan sejumlah orang yang berada di dermaga berlarian menjauh dari kapal. Karena ada juga warga yang teriak awas-awas kapal meledak, saya bersama istri dan anak-anak langsung bergegas menjauh dari pelabuhan,” tambahnya.

Sementara itu, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIV Sorong mengerahkan Sea Rider melaksanakan Search and Resque dan dua mobil pemadan kebakaran untuk membantu memadamkan KM Fajar Baru 8 dengan rute Waisai-Sorong terbakar saat sandar di dermaga Pelabuhan Rakyat. 

Sebelum terbakar, kapal penumpang yang melayani rute sejumlah daerah di Papua Barat ini baru saja menurunkan penumpang di pelabuhan tersebut. Saat terbakar,  kapal langsung ditarik ke tengah laut. Tindakan itu guna menghindari meluasnya kebakaran ke kapal lain yang bersebelahan dengan kapal tersebut. “Sea Rider Lantamal melaksanakan SAR di laut, sementara mobil pemadam kebakaran milik Lantamal XIV dan Pemerintah Kota Sorong, berupaya keras memadamkan api di pelabuhan,” kata Kadispen Koarmada III, Kolonel Laut Drs Abdul Kadir,M.A.P melalui rilisnya kepada Radar Sorong, semalam. (juh/hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed