oleh

Puluhan WNA Tertahan di Papua Barat

MANOKWARI – Puluhan warga negara asing (WNA) tertahan di wilayah Papua Barat, termasuk di Manokwari di masa pandemi virus corona, padahal Izin Tinggal Terbatas (ITAS) mereka telah habis. WNA ini bekerja di sejumlah perusahan besar yang beroperasi di Manokwari, Teluk Bintuni dan kabupaten/kota lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari, Bugie Kurniawan mengatakan, ada 70-an WNA asal China yang bekerja di pabrik semen PT. SDIC  Papua Cement Indonesia telah habis masa berlaku ITAS, namun mereka tak bisa pulang ke negara asal karena adanya penutupan bandara.

Bugie menuturkan, pemerintah mengeluarkan kebijakan dan kemudahan bagi WNA yang izin tinggalnya habis. Untuk pengurusan ITAS, mereka tidak perlu ke kantor Imigrasi. Pasalnya, Direktorat Jenderal Imigrasi menerapkan kebijakan terbaru yaitu Perpanjangan Izin Tinggal Otomatis bagi Warga Negara Asing yang tiba di Indonesia setelah tanggal 5 Februari 2020. 

“Untuk saat ini semua orang asing (WNA) izin tinggalnya diperpanjang secara otomatis. Jadi, orang asingnya tidak perlu datang ke Kantor ­Imigrasi selama masa wabah Covid-19,” jelas Bugie Kurniawan kepada Radar Sorong di Aston Niu Hotel Manokwari usai menghadiri pertemuan dengan Forkopimda.

Menurutnya, selama masa pandemi virus corona, tidak ada lalulintas orang asing di Papua Barat. Termasuk ­sekitar 70-an tenaga kerja asing (TKA) China di PT. SDIC untuk sementara belum bisa keluar atau kembali ke negara asalnya. “Mereka umumnya sudah berada di tempat  kerja masing-­masing sebelum karantina wilayah diberlakukan. Saat ini mereka tidak bisa kemana-­mana dan terpaksa meneruskan pekerjaan mereka di perusahan tempat bekerja,” ujar Bugie.

WNA yang tertahan di masa pandemi virus corona berasal dari berbagai negara, terbanyak asal China yang bekerja di pabrik semen. Tak ada ­turis asing yang tertahan. “Tidak ada turis yang tertahan. Kebanyakan tenaga kerja asing yang tidak bisa keluar karena tidak ada penerbangan,” ­terangnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed