oleh

Puluhan Warga Datangi RS Sele Be Solu

Tidak Terima Salah Seorang Keluarganya Divonis Meninggal Akibat Korona 

SORONG – Puluhan orang yang merupakan keluarga salah satu pasien rawat inap di Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong, Kamis (26/11) pagi mendatangi rumah sakit memprotes ­hasil diagnosa pihak rumah sakit yang memvonis pasien meninggal berinisial LK (75) akibat terjangkit virus corona. 

Protes mereka tujukan kepada manajemen rumah sakit dan dokter yang menangani pasien, karena almarhum sebelumnya menjalani perawatan di beberapa rumah sakit berbeda tidak ditemukan indikasi covid-19.

Menurut pihak keluarga, orang tua mereka selama sakit berbulan-bulan dan dirawat keluarga di rumah yang beralamanat di Malanu Arteri, tinggal saja di rumah, diurus oleh keluarga dekatnya dan tidak berkomunikasi dengan masyarakat umum, sehingga pihak keluarga mengklaim tidak mungkin orang tua mereka terjangkit Covid-19.  Pihak keluarga bahkan memprotes hasil pemeriksaan rapid dan swab yang dilakukan pihak rumah sakit, menilainya tidak benar, sengaja dibuat-buat untuk kepentingan ­tertentu.

Berbeda dengan pernyataan pihak keluarga, pihak rumah sakit memastikan melalui hasil pemeriksaan rapid dan swab test bahwa pasien LK positif covid-19. Atas status pasien yang positif covid-19, pihak rumah sakit menyarangkan kepada pihak keluarga supaya memahami situasi yang ada dan mau menyerahkan sepenuhnya pasien meninggal mulai dari kamar mayat sampai pemakaman di hari yang sama, diambil alih Satgas Covid-19.

Namun permintaan pihak rumah sakit dan Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Sorong, ditolak oleh pihak keluarga. Sebaliknya, pihak keluarga menghendaki agar pasien meninggal dibawa pulang dan sepenuhnya diurus oleh keluarga. Perbedaan pendapat itu menimbulkan perdebatan yang berlangsung alot hingga kurang lebih enam jam sejak pagi hari korban meninggal, sampai sekitar pukul 12.00 WIT. 

Dilakukan proses mediasi beberapa kali antara pihak rumah sakit dengan perwakilan keluarga. Akhirnya menghasilkan pernyataan tertulis yang ditandatangani bersama bersama pihak rumah sakit maupun keluarga bahwa prosesi pengambilan jenazah dari rumah sakit sampai pemakaman, dikembalikan kepada keluarga yang mengurus. Walaupun tanggungjawab pengurusan jenazah diserahkan sepenuhnya diurus oleh pihak keluarga, namun Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong menyarankan agar pengurusan jenazah almarhum tetap menerapkan SOP Protokol covid-19. 

Pantauan Radar Sorong di lokasi, pihak keluarga walaupun ribut mengeluarkan kata-kata kekesalan, mereka mampu mengendalikan emosi dan tidak melakukan tindakan fisik terhadap fasilitas rumah sakit ataupun mengganggu pelayanan di rumah sakit tersebut. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed