oleh

Puluhan Penumpang Tidak Miliki SIKM

-Metro-176 views

Tidak ber-KTP PB Dilarang Masuk Kota Sorong

SORONG – Sesuai Surat Edaran Wali Kota Sorong nomor 443/552 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang berisi 20 ini diantaranya pada poin keenam menyebutkan pembatasan perjalanan Orang dalam Wilayah Kota Sorong.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dimana Penduduk tidak ber-KTP Papua Barat dilarang memasuki Wilayah Kota Sorong kecuali urusan yang urgen, seperti urusan dinas, orang sakit, orang meninggal dan sekolah/pendidikan dan wajib memperlihatkan hasil pemeriksaan RT-PCR/TCM divalidasi KKP dan menujukan Sertifikat Vaksinasi Covid-19 serta mendapatkan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) dari Satgas Covid-19 Kota Sorong.

Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong, pada hari Sabtu (10/7)  mendapati ada 48 penumpang dari 3 maskapai Jakarta-Sorong, dimana ada yang bukan ber-KTP Papua Barat tidak memiliki SIKM. Diketahui kedatangan mereka karena bekerja di Sorong, sehingga Tim Satgas kemudian menegur perusahaan  penumpang tanpa SIKM tersebut. Kemudian pada hari yang sama ada juga penerbangan Makassar-Sorong Tim Satgas dapati 2 penumpang yang tidak memiliki sertifikat vaksinasi. Kemudian pada hari Minggu (11/7), ada 36 orang tanpa  SIKM diantaranya ada juga 1 orang tidak ada sertifikat vaksin yaitu penerbangan Makassar-Sorong.

Hal itu dikatakan Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone kepada Radar Sorong.

“Pengawasan terkait penumpang masuk saat pemberlakukan PPKM di wilayah Kota Sorong ditemukan penumpang pelaku perjalanan dari Jakarta yang masuk ke wilayah Kota Sorong tanpa mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Kemudian tindakan yang kita ambil kita memberikan teguran secara lisan. Kemudian mengingatkan pada perusahaan karena itu dari perusahaan untuk selanjutnya jika ada karyawan yang hendak masuk ke wilayah kota Sorong yang bukan ber-KTP Papua Barat (PB) wajib mengurus SIKM,” katanya.

Herlin, menambahkan, selain menegur penumpang tanpa SIKM tersebut, Satgas Covid-19 Kota Sorong juga menyampaikan laporan tersebut kepada pihak Bandara DEO Sorong dan pihak maskapai agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pembatasan perjalanan orang di Kota Sorong.

“Kami juga menyampaikan laporan kepada kepala Bandara DEO yang diteruskan langsung kepada maskapai untuk pada saat keberangkatan lebih memperhatikan kelengkapan dokumen tersebut,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed