oleh

PT Pertamina EP Field Papua Rehabilitasi Terumbu Karang R4

-Metro-65 views

SORONG – Pertamina EP Asset 4 Papua Field kembali menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Salah satu bentuk kepedulian Pertamina EP Papua Field terhadap lingkungan adalah dengan melakukan kegiatan rehabilitasi terumbu karang di Kepulauan Misool, Kabupaten Raja Ampat (R4) pada Selasa (23/03/2021).

Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Pertamina EP Asset dengan diikuti oleh sekitar sepuluh pekerja dan didampingi oleh Yayasan Misool Foundation sebagai pemandu dan pemberi edukasi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan rehabilitasi terumbu karang Misool dilakukan dengan melakukan penanaman bibit-bibit terumbu karang di kerangka yang sudah disiapkan sebagai media tanam. Kegiatan dilakukan dengan sangat berhati-hati dan memperhatikan lingkungan sekitar agar karang yang berada di sekitar lokasi kegiatan tidak rusak akibat aktivitas manusia.

Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pulihnya ekosistem terumbu karang yang telah rusak. PT Pertamina EP Asset 4 Papua Field melakukan kegiatan konservasi keanekaragaman hayati dengan melakukan rehabilitasi terumbu karang. Sebanyak 3000 fragmen karang yang akan ditransplantasi dengan total luas diperkirakan 300 m2 terumbu karang rusak yang dilakukan direhabilitasi.

Berdasarkan hasil penelitian tercatat 537 jenis karang keras (CI, TNCWWF), 9 diantaranya adalah jenis baru dan 13 jenis endemik. Jumlah ini merupakan 75% dari jumlah karang di dunia. Tercatat juga 828 (CI) dan 899 (TNC-WWF) jenis ikan karang sehingga Raja Ampat diketahui mempunyai 1.104 jenis ikan yang terdiri dari 91 famili.

Aktivitas penangkapan ikan ilegal di masa lalu telah menyebabkan kerusakan sebagian habitat terumbu karang di Misool, Raja Ampat. Hal ini terjadi akibat maraknya aksi nelayan dari luar yang merusak dan ditambah dengan masih kurangnya kepedulian kita sebagai masyarakat untuk menjaga kelestarian dan sumberdaya lingkungan. Kelestarian alam dan keanekaragaman hayati merupakan bagian yang sangat penting dalam menunjang kehidupan mereka dan generasi berikutnya di masa mendatang.

Diharapkan, dalam beberapa tahun kedepan, terumbu karang yang sudah direhabilitasi, akan tumbuh menjadi ekosistem yang dapat mendukung kehidupan bawah air menjadi lebih beragam, serta mengundang wisatawan untuk dapat ikut melestarikan lingkungan.

“Harapan kami terumbu karang bisa tumbuh dengan baik sehingga dapat memperbaiki ekosistem bawah air dan juga dapat dijadikan sebagai wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.” imbuh Abdul Rachman Para Buana selaku Field Manager Field Papua yang mengikuti langsung kegiatan rehabilitasi terumbu karang.(**/rat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed