oleh

PT Pelni Belum Jual Tiket

-Metro-267 views

SORONG- Menjelang ‘New Normal’ yang kabarnya akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang, PT Pelni Persero belum bisa memberikan kepastian pelayanan dengan membuka penjualan tiket komersil untuk umum.

Dikonfirmasi Radar Sorong, Kepala PT Pelni Cabang Sorong, Marthin Heryanto mengatakan, sampai saat ini PT Pelni masih fokus pada angkutan barang, untuk penumpang komersil sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut belum bisa. Untuk angkutan penumpang hanya untuk penumpang prioritas atau dalam keadaan tertentu bisa diberangkatkan. Semisal dari instansi, dan yang bersangkutan harus dimutasi ke luar daerah, maka akan kami berangkatkan,” terang Marthin via sambungan telepon, Rabu (27/5).

Dikatakan Marthin, dirinya belum tahu bagaimana kebijakan PT Pelni Persero untuk menghadapi era new normal nanti. Sebab untuk penjualan tiket komersil, saat ini pihaknya masih menanti kebijakan dari pusat.

“Belum jual tiket, karena kami menjual tiket by aplikasi. Kalau pusat sudah ada kebijakan untuk membuka lock aplikasi penjualan tiket baru bisa kami jual. Kalau sudah dibuka otomatis sudah on di aplikasi, sementara sampai saat ini masih off semua, artinya pusat belum membuka peluang itu. Sementara ini belum ada informasi itu dari Dirjen Perhubungan Laut, aplikasi masih lock sampai waktu yang belum ditentukan,” bebernya.

Selama pandemi yang juga dibarengi dengan masa karantina wilayah di Kota Sorong, PT Pelni Sorong hanya memberangkatkan penumpang prioritas. Keberangkatan penumpang khusus tersebut, lanjutnya, pada umumnya berasal dari aparat TNI dan ASN yang memang terdesak untuk melakukan perjalanan kerja ke luar daerah. Keberangkatan mereka juga harus memenuhi syarat dengan melaksanakan protap yang ada, seperti menunjukkan surat mutasinya, hasil rapid tes negatif dan juga KTP.

Kemudian untuk pelabuhan tujuan yang masih terkunci, maka penumpang harus mengantongi surat keterangan sehat dari satgas pelabuhan tujuan. “Ini dilakukan karena secara global penumpangnya memang tidak banyak. Paling hanya tentara yang dimutasi atau ASN yang tugas dinas ke luar kota,” sambungnya.

Sementara itu untuk menghadapi era new normal di Kota Sorong, PT Pelni Cabang Sorong menyerahkan semua keputusan kepada Wali Kota Sorong. “Semua tergantung pak wali kota, bagaimana aturan yang beliau terapkan. Tetapi saya pikir, penumpang naik bisa, tapi penumpang yang turun ke Sorong mungkin belum bisa, selama status Sorong masih karantina wilayah. Kebijakan ini masih akan berlaku sampai wali kota menarik kebijakan ini,” jelasnya.

Jika kedepannya PT Pelni telah kembali menjual tiket dan status karantina wilayah di Kota Sorong dicabut, masih sesuai dengan aturan yang ada, PT Pelni hanya akan menjual tiket sebanyak 50% dari total kapasitas normal kapal. Penumpang komersil yang hendak melakukan perjalanan juga harus melaksanakan protap yang sama seperti penumpang prioritas.

“Sama seperti penumpang prioritas, bagi penumpang komersil yang telah memenuhi syarat dan mendapatkan izin untuk melakukan perjalanan melalui jalur laut menggunakan kapal Pelni, diwajibkan untuk penggunaan masker setiap saat. Selain itu juga harus menunjukkan hasil rapid test, tidak hanya surat kesehatan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, selama pandemi jumlah ABK di kapal tidak dikurangi hanya saja diatur agar tiap kamar masing-masing hanya ditempati untuk satu ABK. “Jadi kalau biasanya dalam satu kamar bisa ditempati oleh 4 atau 6 ABK, sekarang dipisah. Beberapa ABK menempati kamar kelas yang kosong. Sehingga kedepannya mungkin kami hanya jual tiket untuk ekonomi saja,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed