oleh

PT JDI Diduga Gunakan Aparat Intimidasi Warga Urubika

KAIMANA – PT. Jati Dharma Indah (JDI), yang beroperasi di kampung Urubika distrik Yamor, Kabupaten Kaimana diduga melakukan intimidasi terhadap warga Km 35 kampung urubika, dengan melibatkan oknum aparat, yang melakukan pengamanan di kawasan perusahaan kayu ini, Jumat pekan lalu.
Dugaan intimidasi ini bermula, masyarakat urubika selaku pemegang hak ulayat tidak mengizinkan perusahaan JDI, melakukan aktivitas di lahan milik warga sebelum ada kesepakatan bersama.
Akibat mendapat penolakan aktivitas dari warga, selain melakukan dugaan intimidasi namun sang oknum aparat juga diduga melakukan penamparan terhadap pemilik hak ulayat.
Karena mendapat dugaan intimidasi dan juga dugaan penamparan dari oknum aparat, warga Urubika akhirnya Rabu (8/7) memutuskan ke Kabupaten Nabire Papua, untuk menyampaikan ke salah satu anggota DPRD Kaimana Dapil III Distrik Yamor, Apolos Wetebossy melalui saluran telepon, karena keterbatasan komunikasi di kampung urubika.
“Ada laporan dari masyarakat kampung urubika, jika mereka mendapat intimidasi dan juga penamparan oleh oknum anggota Brimob yang PAM di perusahaan JDI. Saya sudah menghubungi pihak perusahaan, dan menyampaikan mengapa menggunakan aparat dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” jelas Apolos Wetebossy anggota DPRD Kaimana, kepada awak media di Kantor DPRD Kaimana, Kamis (9/7).
“Harus koordinasi dengan masyarakat selaku pemilik hak ulayat, dan juga pemerintah daerah terkait dengan aktivitas penebangan kayu oleh perusahaan. Kalau sampai sudah melibatkan aparat, bagi saya ini sudah sangat arogan,” lanjut apolos.
Adanya dugaan intimidasi dan penamparan tersebut, Apolos meminta Polda Papua Barat untuk menarik semua personel, yang saat ini melakukan pengamanan di perusahaan JDI.
“Saya pribadi tidak setuju dengan apa yang terjadi hari ini, oleh karena itu saya meminta Polda Papua Barat untuk menarik semua personel yang PAM di perusahaan PT JDI,” pintanya.
Dikatakan Apolos, laporan masyarakat tersebut sudah disampaikan ke lembaga DPRD Kaimana, melalui ketua DPRD Kaimana. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kaimana, guna membentuk tim pansus selanjutnya akan menuju ke kampung Urubika.
“Saya sudah sampaikan secara resmi lembaga, melalui ketua DPRD Kaimana. Kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kaimana, guna pembentukan tim terkait dengan laporan masyarakat urubika,” kata Apolos.
Untuk diketahui berdasarkan video yang berdurasi sekitar 4 menit, terlihat dua oknum aparat mendatangi warga di Kampung Urubika, dalam video tersebut juga terlihat salah satu oknum aparat membawa senjata laras panjang.
Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP. Adam Erwindi, SIK ketika dikonfirmasi melalui saluran teleponnya, Kamis (9/7) mengakui jika pihaknya belum mendapat laporan terkait dengan permasalahan tersebut.(fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed