oleh

PT GAG Nikel Wujudkan R4 Terang

-Metro-55 views

Pemda, PT PLN Teken MoU Hibahkan Dua Unit Mesin Genset

WAISAI– PT GAG Nikel bersama Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Raja Ampat (R4) dan PT PLN Persero menandatangani perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) perihal pengoperasian dan pengelolaan infrastruktur sistem ketenagalistrikan di Kampung Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan. Penandatanganan MoU tersebut berlansung di aula Wayag kantor Bupati Raja Ampat pada Jumat (3/9). Kerja sama tersebut dimana PT GAG Nikel memberikan dua unit mesin genset berkapasitas 280 KWh.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Terkait hal itu, Office Manager Sorong dan Legal Comdev / PPM Manager PT. GAG Nikel, Ruddy Sumual, SE mengungkapkan, hal pertama terkait perihal penandatanganan MoU ini merupakan bentuk kerja sama antara PT Gag Nikel bersama Pemda Raja Ampat dan PT PLN Persero. Semangat kerjasama ini merupakan wujud sinergitas dan kepedulian terhadap masyarakat, terutama masyarakat di kampung Gag sehubungan dengan kebutuhan kelistrikan.

“Karena kalau dengan adanya listrik efek dominonya pasti ada, diantaranya, kebutuhan dasar listrik, ekonomi juga berjalan. Oleh karena itu bersinergilah kami dengan Pemda Raja Ampat juga PT PLN untuk mewujudkan program tersebut,”ujarnya kepada awak media usai penandatangan MoU bersama Pemda dan PT PLN Persero di Aula Wayag Kantor Bupati Raja Ampat, Jumat lalu.

Ruddy juga mengaku sebelumnya, pelayanan kelistrikan di kampung Gag ditangani oleh pihaknya (PT GAG Nikel-red) dengan kapasitas daya genset sebesar 250 KVh hanya 12 jam menyala dari pukul 18:00 (jam 6 sore) sampai pukul 06:00 (Jam 6 pagi)  Tetapi sambung Ruddy, dengan keadaan sekarang masyarakat membutuhkan pelayanan listrik tidak hanya malam hari saja, tapi pada waktu siang hari juga listrik itu dibutuhkan, justru pada siang dan malam karena terdapat aktivitas perputaran ekonomi masyarakat dikampung tersebut selama 24 jam.

“Dengan berjalannya kebutuhan listrik 24 jam ini tentunya kami sebagai perusahaan (PT GAG Nikel-red) yang bukan membindangi terkait kelistrikan pastinya memiliki keterbatasan. Keterbatasan dalam artian dari sisi teknisnya. Apalagi melayani sekitar 220 unit rumah di satu kampung itu. Nah, kalau kita yang menanganinya sendiri satu kali 24 jam dari sisi teknis tentunya kami tidak punya kemampuan,”aku Ruddy

Sehingga Ruddy lanjut mengatakan, berdasarkan mekanisme kami memilih bekerja sama dengan PT PLN Persero melalui ULP Waisai lewat Pemda Kabupaten Raja Ampat diantaranya menyerahkam beberapa mesin genset kepada Pemda dan selanjutnya diserahkanlah kepada PT PLN persero setempat untuk dijadikan aset hibah.

“Untuk itu, kami coba membicarakannya dengan pihak PLN dan pihak PLN menyambut dan meresponnya dengan baik. Maka kami merasa sangat terbantukan karena secara profesionalisme PLN-lah yang membindangi listrik ini baik dari sisi teknis maupun non teknisnya termasuk menajanemen untuk pengoperasian dan pengelolaannya,”imbuh Ruddy

“Sehingga, kami juga tetap hadir memberikan dukungan kepada PLN agar supaya PLN tidak terbebani 100 persen untuk pengelolaannya. Kami hadir disitu, termasuk memberikan tenaga operatornya beserta membantu operasional honornya juga transportasi darat. Tak hanya itu, pemberian bantuan pulsa token gratis pada setiap rumah sebesar Rp 250.000 per bulan. Saya kira dengan kebutuhan pulsa token per rumah itu sudah sangat cukuplah,”ungkap Ruddy

Ruddy menuturkan, kerjasama pihaknya bersama Pemda lewat penyerahan hibah 2 (dua) unit mesin genset kepada PLN ini bersumber dari anggaran program pemberdayaan masyarakat (PPM-red) PT Gag Nikel untuk Tahun 2021. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed