oleh

Protokol Kesehatan belum Sepenuhnya Dilaksanakan

-Metro-133 views

AIMAS– Aktivitas pelayanan masyarakat di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapi) Kabupaten Sorong masih terlihat padat pada Selasa (23/6). Protokol kesehatan terlihat hanya diterapkan saat di dalam kantor pelayanan Disdukcapil Kabupaten Sorong. 

Kadisdukcapil Kabupaten Sorong, Drs. Olden Makpal,M.Si mengakui hal tersebut, dimana masyarakat Kabupaten Sorong yang datang melakukan pengurusan masih cukup sulit untuk diatur dalam penerapan protocol kesehatan.“Kami sudah mengimbau masyarakat untuk jaga jarak, tapi tidak bisa, masyarakat selalu berkerumun,” terangnya. 

Adapun jumlah pegawai yang ada di Kantor Disdukcapil Kabupaten Sorong cukup minim, sehingga penerapan protokol kesehatan hanya diberlakukan dibeberapa tempat yakni, di dalam kantor tempat pengambilan nomor antrian maupun dokumen dan tempat perekaman. 

“Kalau di dalam kami upayakan, selain jaga jarak, mereka yang masuk harus diukur suhu badannya, harus menggunakan masker, petugas kami juga menggunakan APD lengkap, meja yang kami buat juga berlapiskan plastik,” terangnya. 

Ia juga berharap adanya bantuan dari Satuan Polisis Pamong Praja (Satpol PP) ataupun instansi lain yang dapat membantu menjaga masyarakat untuk tetap menerapkan physical distancing. Karena diakuinya, pegawai yang ada di Disdukcapil hanya terbatas untuk melakukan pelayanan pengurusan dokumen. 

Adapun pengurusan dokumen diatur oleh Disdukcapil Kabupaten Sorong dengan melakukan pengambilan nomor antrian lebih dulu dan melayani perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) 2 kali dalam seminggu dengan jumlah pendaftar yang bertambah menjadi 36 orang. 

“Awalnya kami hanya berikan 20 orang untuk rekam e-KTP, tapi karena banyak, sehari itu kami layani 36 orang,” jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong, Ir, Moh Said Noer,M.Si menyampaikan, pengajuan untuk rapid tes telah dilakukan ke Disdukcapil, namun masih menunggu kesiapan dari Disdukcapil. “Rapid test akan ditindak lanjuti dengan swab, kalau ada yang reaktif dan kalau ada yang positif, akan kami karantinakan,” terangnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed