oleh

Protap Kesehatan Dan Keamanan Jadi Standar Baru Ritel

-Ekonomi-13 views

Pelaku usaha ritel dituntut untuk melakukan pengembangan dan inovasi. Sebab, pola konsumsi masyarakat dengan segala hak dan kebutuhannya ikut berubah dengan adanya masa new normal.
Pengusaha menyebut bahwa upaya transformasi dan pengembangan tersebut mulai dilakukan.
Seperti yang dapat dilihat pada lini bisnis ritel yang berinovasi untuk mempertahankan kegiatan usaha. Salah satunya yakni memperbaiki pelayanan kepada customer namun tetap mengedepankan faktor kesehatan. Misalnya dengan cara memperketat protokol kesehatan hingga menyediakan spot delivery service di luar toko.
Tampak beberapa supermarket dan ritel telah memenuhi pelayanan dengan cara ini, misalnya yang dapat dijumpai di Papua Supermarket Sorong. Pelayanan yang diberikan oleh manajemen sangat sempurna dengan segala pemenuhan fasilitasnya. Sekitar 6 buah wastafel disediakan untuk meminimalisir antrean saat pengunjung hendak mencuci tangan. Tiga orang petugas biasanya berjaga di luar untuk memantau dan memastikan seluruh pengunjung mencuci tangan sebelum masuk ke area perbelanjaan.
Usai mencuci tangan, tak jauh dari pintu masuk pun, ada 4 orang petugas yang mengatur antrean pengunjung agar tidak terjadi penumpukan saat pengecekan suhu tubuh.
Di Papua Supermarket sendiri, alat thermal scanner yang digunakan sudah otomatis dilengkapi kamera. Biasanya pengunjung hanya diminta berdiri menghadap kamera dan langsung secar otomatis ter-scan ketika wajah pengunjung tersebut sudah terlihat di layar komputer.
”Thermal scanner yang sekarang lebih mempermudah, lebih cepet, karena dibantu juga dengan adanya layar monitor. Yang paling bagus antara pengunjung dan petugas jaraknya juga sudah lumayan jauh saat pemeriksaan,” ujar Adriana Matiara selaku Assisten Manager Papua Supermarket Sorong.
Penggunaan thermal scanner otomatis ini tujuannya agar semua lebih safety baik pengunjung maupun petugas.
”Kalau pakai Thermo gun biasanya jaraknya paling hanya selengan saja, sementara kalo pakai yang otomatis ini dari jarak agak jauh pun bisa terdeteksi,” kata Adriana.
Menurutnya, pelaku usaha dan pelanggan harus mau bersama-sama menjaga faktor kesehatan dan keamanan. Hal itu layaknya menjadi standar baru dan kunci untuk meningkatkan daya beli serta kepercayaan masyarakat.
”Kesehatan dan keamanan harus diimplementasikan dalam pola pikir kita. Ini penting dan kedisiplinan pada semua level di lingkungan sosial kita. Ini penting untuk menekan angka penyebaran virus covid-19,” tegasnya.
Dilansir dari berbagai sumber, pada masa pandemi Covid-19, terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Sehingga pelayanan kepada pelanggan perlu ditingkatkan. Sebab, dalam masa-masa ini indeks kepercayaan konsumen tercatat melandai pada kuartal II 2020 akibat dari terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed