oleh

Prostitusi Online, Dua Wanita Diringkus

WAISAI – Satreskrim Polres Raja Ampat meringkus dua wanita terduga pekerja seks ­komersial (PSK) prostitusi online. Keduanya diringkus saat giat razia sejak Minggu (11/4). Demikian disampaikan Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre Julius William Manuputty,S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Nirwan ­Fakaubun,S.IK,MH dan Kasubbag Humas Ipda Nasurullah saat konfrensi pers, Senin (12/4).

Kronologis penangkapan dua wanita terduga PSK ketika sedang melakukan kegiatan prostitusi online atau transaksi online melalui aplikasi Michat di Waisai. Bermula dari informasi maraknya protistusi online yang dipesan melalui aplikasi Michat, Satreskrim melakukan pengembangan dengan melakukan penyamaran dan memesan wanita PSK secara online melalui aplikasi Michat. 

Dalam penyamaran,  anggota berhasil meringkus dua wanita terduga PSK di tempat dan waktu yang berbeda. ”Terduga pertama berinisial NA (31) diringkus di kamar 7 Hotel Raja Ampat pada Minggu (11/4) sekitar pukul 9 malam. Di lokasi berbeda diringkus terduga berinisial M (46) di Penginapan Randy Minggu (11/4) dini hari,” jelasnya.

Menurut Kapolres, NA dan M menawarkan jasanya melalui aplikasi online Michat. Tawar menawar dengan calon pelanggan, setelah terjadi kesepakatan, keduanya menunggu di dalam kamar penginapan atau hotel masing-masing. Pemesan di Aplikasi Michat kemudian mendatangi kamar tepatnya menginap. prostitusi Online ini tarifnya bervariasi mulai dari 300.000 ribu rupiah hingga 700.000 ribu rupiah. “Selain mengamankan dua wanita terduga PSK Online, kami juga mengamankan barang bukti uang tunai pecahan Rp 100.00 10 lembar, 5 bungkus alat kontrasepsi kondom Sutra, 2 telephon genggam dan hasil screen shoot percakapan diaplikasi Michat, serta KTP keduanya,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, dari hasil pemeriksaan Satreskrim dalam keterangan penegelola penginapan Randy sudah mengetahui kegiatan-kegiatan prostitusi online di tempatnya. Namun hanya membiarkannya saja yang penting tempatnya rame adanya kegiatan atau aktivitas tamu yang masuk ke penginapan dan tidak sepi. Sementara, di Hotel Raja Ampat masih dilakukan pengembangan lebih lanjut. ”Akan dikembangkan lagi termasuk kita akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik penginapan dan hotel. Selanjutnya kita akan berkordinasi dengan Pemda terkait perijinannya. Ketika ditemukan kelalaian apakah dilakukan peneguran atau apa,” harapnya.

Apakah kedua terduga merupakan jaringan prostitusi online antar daerah, Kapolres mengatakan untuk sementara dari keterangan yang dikumpulkan Satreskrim belum menemukan adanya mucikari atau germo dari kegiatan-kegiatan tersebut, termasuk belum ditemukan apakah terdapat jaringan maupun pemasok dan pelindung dari wanita-wanita tersebut. ”Dari pendalaman keterangan sementara, kedua terduga melakukan kegiatan prostitusi online melalui aplikasi Michat itu secara pribadi atau sendiri-sendiri. Namun keberadaan terduga yang diringkus di penginapan Randy sudah melakukan kegiatan tersebut selama 3 bulan di Waisai. Terduga yang diamankan di Hotel Raja Ampat mengaku baru 1 Minggu di Waisai, tapi kita akan melakukan pendalaman lagi,” jelasnya. Atas perbuatannya, NA dan M dijerat Pasal 296 jo Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun penjara. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed