oleh

Program Kemitraan, Pertamina Bantu Modal Hingga Rp 200 juta

-Ekonomi-62 views


*Pertamina juga Berikan Pembinaan dan Bantu Promo
SORONG
– Pertamina, sebagai BUMN memiliki program kemitraan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Pertamina.
Manager Small Medium Enterprise & Partnership Program (SMEPP) Pertamina Rudi Arifianto, mengatakan upaya Pertamina untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri dilakukan melalui Program SMEPP (Small Medium Enterprise Partnership Program). Program ini dilakukan dengan mengalirkan dana pinjaman, pendampingan, serta pembinaan usaha.
Dijelaskanya bahwa penyaluran dana pinjaman program kemitraan yang diberikan dengan nilai hingga Rp 200 juta dan jasa administrasi sebesar 3 persen per tahun dengan pokoknya menurun. Selain bantuan permodalan, Pertamina juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mitra binaannya sehingga dapat bersaing menjadi tangguh dan mandiri.

“Sehingga itu menjadi sesuatu yang menarik untuk UMK karena sangat murah dan mudah untuk didapatkan. Pertamina menjalankan amanat Pemerintah dengan jasa administrasi 3 persen, itu nanti akan dikembalikan lagi menjadi dana tersedia yang digulirkan lagi kepada UMKM lain dan digunakan juga untuk pembinaan, pendampingan untuk naik kelas. Tahun lalu kami menyalurkan pinjaman Rp 475 miliar atau dibulatkan Rp 494 miliar sedangkan Rp 19 miliar sisanya adalah dana untuk membina UMKM. Kemudian sektor yang didanai paling banyak pada sektor perdagangan,” katanya.
Lanjutnya, Pertamina juga akan memberikan pendampingan, pembinaan, pelatihan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar dalam ajang pameran, merupakan salah satu cara dalam mendampingi mitra binaan Pertamina untuk tumbuh dan berkembang.

“Dukungan berkelanjutan kepada UMKM. Yang ingin kita capai agar UMKM semakin lama, semakin bagus kinerjanya, semakin unggul, semakin unggul. Misalnya perusahaan X masuk pada program pendanaan UMK di Pertamina. Kita berikan pendanaan, berikan pembinaan, kita berikan pendampingan, kita berikan promosi, kita fasilitasi untuk sertifikasi dan lain-lain. Sehingga ia memiliki Makerting tools yang cukup, untuk bisa memperluas pemasaran produknya. Lalu ia menjadi besar. Kita berharap UMKM itu naik kelas, usaha mikro kecil, nggak selamanya disebut dengan usaha mikro kecil. Setelah bergabung dengan Pertamina kita harapkan dia naik kelas dari mikro, keci ke menengah,” jelasnya.
Dia juga menambahkan Para mitra binaan tersebut juga berpeluang untuk memberdayakan potensi dan kondisi ekonomi, lingkungan masyarakat di wilayahya dengan fokus diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan pembangunan. Hal tersebut diharapkan akan dapat mendukung kegiatan usaha Pertamina atau mitra bisnis melalui program yang telah disalurkan kepada enak puluh lima ribu mitra binaan dari Sabang hingga Merauke dari berbagai sektor.

“Menurut peta persebaran mitra binaan Pertamina mulai dari Aceh sampai dengan di Papua itu totalnya sudah lebih dari 65.000 mitra binaan. Kalau kita lihat di Papua mitra binaan Pertamina MOR VIII ada 1.345, sedangkan mitra binaan Pertamina RU VII Kasim ada 928. Saya sangat apresiasi sama teman-teman di Papua dan Papu Barat karena Alhamdulillah tahun 2020 yaitu pertama kali di Papua Barat untuk pertama kalinya menyalurkan program pembinaan UMK, karena sebelumnya ikut dalam kerangkan MOR VIII. Sementara di MOR VIII untuk pertama kalinya bisa menyalurkan Rp117 miliar, luar biasa sekali, karena biasanya sekitar Rp1,2 milar untuk wilayah Papua dan Maluku,” katanya.
Dia menambahkan jika ingin mendaftar menjadi mitra binaan Pertamina bisa klik www.pertamina.com/id/program-kemitraan. “Pendaftaran Program Kemitraan Pertamina tidak dipungut biaya,” ujarnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed