oleh

Praktis, Sertifikat Vaksin Dibuat Seperti KTP

-Metro-273 views

SORONG – Sejak pemerintah mewajibkan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat perjalanan jarak jauh di dalam negeri dalam masa PPKM, tidak heran orang berbondong-bondong melakukan vaksinasi. Sehingga bagi yang telah melakukan vaksinasi akan mendapatkan sertifikat vaksin ukuran A4 dan sms link pemberitahuan untuk bisa mendownload sendiri sertifikatnya.

Hal tersebut membawa keuntungan bagi pengusaha percetakan yang dengan kreatif menyulap atau membuat sertifikat vaksin yang tadinya berukuran A4, disulap menjadi ukuran seperti KTP atau kartu ATM. Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat yang telah vaksin, ketika berpergian dapat membawa sertifikat vaksin sebagai bukti tanpa ribet atau secara praktis dibawa kemana saja dalam ukuran kecil.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Pengusaha Percetakan dan Fotocopy Artstation, Siti Rahma kepada Radar Sorong, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, dengan mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk KTP atau ATM, membawa keuntungan tersendiri selain usaha lainnya seperti melayani fotocopy dokumen lainnya.

“Kalau untuk fotocopy sama seperti biasa tapi lebih ramai pada vaksinasi. Awalnya mulai tanggal 9 Juli, ada yang tanya bisa bikinkan sertifikat bentuk KTP. Saya bilang bisa. Nah, dari situ mungkin yang pernah datang bikin kartu vaksin kasih tahu ke teman-temannya atau keluarganya. Jadi banyak yang datang bikin. Karena kalau ukuran kecil kan lebih praktis dan mudah dibawa kemana saja,” katanya.

Menurutnya, sejak menerima pembuatan kartu vaksin ukuran KTP, yang diberikan harga relatif murah dan cepat selesainya. Ia bisa bisa meraup keuntungan yang cukup tinggi karena dapat memperoleh pembuatan kartu vaksin dalam sehari bisa mencapai ratusan kartu vaksinasi. Tempat percetakan yang berlokasi di Melati Raya Km 9 ini buka dari pukul 08.00 WIT-17.00 WIT ini, selama menerima cetak sertifikat vaksin sudah mencetak hingga ribuan kartu vaksin.

“Sebenarnya banyak, sehari bisa 100 pcs, kadang lebih. Kalau dihitung-hitung dari mulai membuat kartu vaksin hingga saat ini sudah mencapai 1.500an lebih yang telah dicetak. Untuk harganya Rp 15.000, supaya menjangkau kalangan menengah ke bawah. Ada bahan yang lebih bagus tapi kan kasihan. Di masa pandemic ini tidak semua orang bisa mencetak yang mahal dengan harga yang Rp 30.000,” ungkapnya. 

Siti, menjelaskan proses untuk mencetak kartus vaksin. Orang yang telah melakukan vaksin akan datang memberikan link sms dari petugas vaksin untuk download sertifikat vaksin. Ia juga menambahkan bahwa kalangan yang biasa datang mencetak dari berbagai elemen. Dari masyarakat biasa, BUMN, BUMD, swasta bahkan dari TNI, Polri dan juga para tenaga kesehatan.

“Jadi yang kita cetak itu, ada SMS Link yang hanya diketahui oleh mereka yang sudah melakukan suntik vaksinasi. Nah, dari link tersebut kita buka kemudian download dan cetak, tidak di edit lagi data-data yang tertera karena ada barcode. Ada juga yang sudah download kemudian kita tinggal cetakan. Usai dicetak maka kita langsung menghapus link dan hasil download tersebut. Yang biasa datang cetak orang perorangan dari masyarakat, ada juga yang dari organisasi dan juga perkantoran. Jadi mereka titip di satu orang datanya kemudian temannya itu yang ke sini cetakan. Mereka ada yang dari perusahan swasta, BUMN, BUMD, dari TNI, Polri dan juga tenaga kesehatan,” jelasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed