oleh

PPLH Sidak Proyek Pelabuhan ASDP

Kelly : Kami Menyurat ke BPTD Untuk Meminta Klarifikasi Kajian Amdalnya

SORONG – Proyek penimbunan laut di kawasan Pelabuhan Rakyat dalam rangka pembangunan pelabuhan untuk Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan di Sorong diduga tidak mengantongi analisis dampak lingkungan (Amdal). Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sorong melakukan sidak yang meninjau langsung proyek penimbunan laut untuk rencana pembangunan pelabuhan ASDP dan akan melayangkan surat kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXV Papua Barat yang memiliki proyek pekerjaan tersebut.

Kepala Dinas PPLH yang juga Ketua Komisi Amdal Kota Sorong, Julian Kelly Kambu,ST,MSi menegaskan, setiap pembangunan di wilayah Kota Sorong harus memiliki Ijin Lingkungan, dan untuk pekerjaan yang berdampak besar harus memiliki Amdal sebelum Ijin Lingkungan diterbitkan, namun hingga saat ini pembangunan pelabuhan ASDP tidak melakukan koordinasi bersama Komisi Amdal. “Selaku Ketua Komisi Amdal kami tidak mengetahui pekerjaan ini, dan ini menyalahi ketentuan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan,” tegasnya.

Dikatakannya, mekanisme dan prosedur tahapan kegiatan pembangunan, baik itu yang dilakukan pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, wajib disertai dengan ijin lingkungan. Sebelum diberikan atau rekomendasikan, harus melakukan kajian amdal untuk skala besar, sedangkan untuk skala kecil cukup dengan UKL/UPL maupun SPPL. 

“Kegiatan yang ada di lokasi pembangunan pelabuhan ini, kami sendiri tidak tahu kapan mereka melakukan pembahasan kajian amdal itu di tahun berapa. Karena setelah saya naik tahun 2014, itu sudah memiliki komisi Amdal kota. Kalau itu kegiatan provinsi maka komisi itu diundang untuk di bahas karena kita melihat kesesuaian ruang. Kegiatan ini kami tidak melarang, kami mendukung pembangunan tetapi kami berharap pembangunan ini harus melakukan kajian amdal secara baik dan benar sehingga hasil rekomendasi dari amdal itu sendiri seperti apa bentuk-bentuk pengelolaannya,” jelasnya.

Informasi yang diperoleh, proyek penimbunan laut untuk pembangunan pelabuhan penyeberangan dermaga ASDP sudah dimulai sejak tanggal kontrak 25 November 2020, waktu pengerjaan akan belangsung selama 600 hari kalender, dengan sumber dana SBSN. Tahun Anggaran 2020-2021-2022.

Dinas PPLH meminta agar seluruh pembangunan di darat maupun laut perlu adanya koordinasi bersama instansi terkait di daerah agar pembangunan dapat berjalan dengan baik. “Jadi ini kawasannya luas, bukan hanya di laut saja tetapi di darat ini akan ditata lagi. Ini belum kami ketahui, katanya ini pembangunan pelabuhan Ferry tapi kami ragukan dokumen amdalnya itu dimana. Seharusnya kalau sudah lakukan kajian maka dokumen itu juga diberikan kepada kami. Selain itu, wajib 6 bulan sekali harus membuat laporan aktivitas pekerjaan ini bentuk pengelolaannya dilaporkan kepada kepala daerah melalui Dinas PPLH,” tegasnya.

“Kami lihat di papan proyek itu aktivitas sudah sejak November 2020, seharusnya mereka mempresentasikan pekerjaan ini ke Komisi Amdal Kota Sorong. Sebagai Ketua Komisi Amdal, kami tidak tahu. Amdal ini analisa untuk jangka panjang sehingga itu bisa menjadi acuan untuk kami koordinasi dan komunikasi,” sambungnya.

Pantauan Radar Sorong di lapangan, pihak kontraktor tidak di tempat. Ketika dihubungi Kadis PPLH, pihak kontaktor meminta agar menghubungi yang punya proyek pekerjaan. Humas Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXV Papua Barat yang coba dikonfirmasi melalui telepon seluler, yang bersangkutan mengatakan bahwa pimpinannya lagi di luar daerah. “Sebagai Ketua Komisi Amdal Kota Sorong, kami akan menyurat kepada BPTD untuk meminta klarifikasi terkait dengan kajian amdalnya dan kami minta mereka presentasi ulang kepada kami terkait kajian amdal dan aktivitas pembangunannya,” tegas Kelly Kambu. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed