oleh

PPKM, Mega Mall Tingkatkan Prokes

Supervisor : Kalau Tidak Pakai Masker, Kita Suruh Keluar

SORONG – Mega Mall Sorong meningkatkan protokol kesehatan menyikapi Surat Edaran Wali Kota Sorong nomor 443/552 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang berlaku 14 hari dari tanggal 6 Juli hingga 20 Juli. SE tersebut diantaranya mengatur pusat perbelanjaan, minimarket dan mall atau swalayan diperbolehkan beroperasi dengan ketentutan dibatasi hingga pukul 20.00 WIT. Pengunjung di dalam dibatasi 50% dari kapasitas ruangan secara konsisten dengan wajib menaati prokes.  

PMB OPBJJ-UT Sorong

Terkait SE Wali Kota Sorong, Supervisor Mega Mall Sorong, Yanti menilai aturan terbaru ini sama dengan yang sebelumnya. “Menurut saya bagus juga dari segi positifnya, pemerintah ingin memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Sekarang kan orang juga malas tahu pakai masker, di dalam toko saja kalau ada yang tidak pakai masker itu kita tegur malah dia mau maki kita. Ada 1 orang tidak pakai masker, kita suruh keluar, akhirnya dia beli masker,” katanya kepada Radar Sorong, Kamis (8/7).

“Apalagi sekarang pakai masker harus 2. Kadang ada konsumen yang ngeluh bilang kita ini hidup perlu oksigen, bagaimana paksa kita pakai masker. Kita pun kasih tahu dengan tenang, daripada ibu sakit mending waspada daripada mengobati, apalagi kalau sudah terpapar nanti menyesal,” sambungnya.

Ia mengatakan harusnya masyarakat mendukung pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di Kota Sorong. Menurut Yanti, kapasitas pengunjung di Mega Mall hanya 50% dari kapasitas normal. Konsumen juga cerdas karena sudah terbiasa dengan keadaan pandemic Covid-19 sehingga tidak perlu diberitahukan lagi, konsumen sudah bisa mengatur jam untuk kapan ke supermarket. 

“Yang kayak begitu (pakai masker) kan pemerintah harus didukung. Memang susah tapi pembatasan (PPKM) ini tujuannya kan bagus. Jadi di supermarket bisa dilihat (menunjuk ke arah konsumen ketika sedang berbelanja) kalau di toko jaraknya kayak begini bisa jaga jarak. Kecuali kalau toko yang padat. Kalau dulu malah saya buka tutup pintunya, ada beberapa orang belanja di dalam dulu setelah selesai baru orang di luar masuk bergantian. Kalau sekarang masyarakatnya sudah lebih mengerti,”  jelasnya.

Yanti menegaskan bahwa pihaknya dari Mega Mall Sorong sangat mendukung PPKM berbasis mikro yang diputuskan Pemerintah Kota Sorong, kendati diakuinya pasti ada resiko kerugian dari penjualan karena waktu operasional yang dipangkas 2 jam. “Saya sih mendukung banget. Kita buka jam 8 pagi dan tutup jam 8 sesuai anjuran pemerintah. Biasanya kan jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Sudah pasti pendapatan mengefek 2 jam loh, apalagi supermarket kan merupakan kebutuhan sehari-hari, kemudian orang yang belanja disini di jam 8 malam ke atas itu yang lagi ramai-ramainya. Jam 8 malam saya harus tutup padahal lagi ramai loh, itu berpengaruh, tapi kita harus tetap taati peraturan pemerintah demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa proyokol kesehatan yang diterapkan di Mega Mall secara ketat diterapkan. Tempat cuci tangan ditempatkan di depan, samping dan belakang pintu masuk  Mega Mall, juga dilengkapi sabun cuci tangan dan tisu. Kika ada yang tidak memakai masker, maka bisa langsung dibeli di pintu masuk. “Tempat cuci tangan ada di depan, belakang sama di samping, hanya di samping jarang orang masuk, cuma di depan saja yang orang biasanya masuk. Kalau untuk prokes kami masih menyemprot disinfektan. Jam kerja karyawan kita atur, yang tadinya masuk jam 8 pagi dan pulangnya jam setengah 4 sore, sekarang mereka pulangnya dimajukan,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19, dan bagi yang tidak percaya agar perhatikan realitas di lapangan. “Saya mengimbau masyarakat yang masih anggap covid-19 gak ada, coba lihat rumah sakit yang sudah kewalahan, dokter dan perawat yang sudah kena. Siapa yang mau ngurus kita kalau kena juga, kalau bukan kita yang berusahan jaga diri kita sendiri. Apalagi kita pulang di rumah ada orang tua dan anak yang harus kita jaga. Masyarakat harus lebih pintar hadapi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Salah satu konsumen Mega Mall dalam bincang-bincang dengan Radar Sorong mengaku bahwa PPKM membuatnya harus mengatur jam kerja dan semua-semuanya agar sesuai aturan SE Wali Kota Sorong. “Jadi semua kan saling singkron, kerja yang tadinya full, sekarang pakai shift. Makanya jam begini su datang belanja keperluan rumah tangga, karena katanya jam 8 malam su tutup,” katanya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed