oleh

Positif Corona Tersebar di 25 Kelurahan

9 Pasien Covid-19 di Kabsor Sembuh

SORONG – Virus corona sudah menyebar di 25 dari 41 kelurahan se-Kota Sorong, dibuktikan dengan adanya warga yang positif terjangkit corona di 25 kelurahan tersebut. Kasus positif terbanyak di Kelurahan Klaligi dengan 25 kasus positive, menyusul Kelurahan Rufei 10 kasus, Remu Selatan 9 kasus, Klawuyuk 6 kasus, Malaingkedi, Pal ­Putih, Malawei, dan Klasuur masing-masing 4 kasus, Klawasi dan Klagete 3 kasus. 

Kelurahan Klademak, Malamso, ­Kampung Baru, Klasaman dan ­Kelurahan Klawalu masing-masing 2 kasus. Sedangkan Kelurahan Giwu, Malanu, Malabutor, Klakublik, Klasabi, Suprau, Malasilen, Dum Barat, Remu Utara dan Kelurahan Saoka masing-masing 1 ­kasus dan diluar wilayah Kota Sorong yakni Jayapura 1 kasus dan Jakarta 2 kasus.  “Kasus positive Covid-19 itu ada yang sudah sembuh dan ada juga yang sudah meninggal dunia,” jelas Juru Bicara Gustu Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R Laku kepada wartawan, Rabu (1/7).

Ruddy mengungkapkan, pihaknya sudah mengirim 223 sampel untuk dilakukan pemeriksaan di Balitbangkes Makassar beberapa waktu lalu. Dan dari 223 sampel tersebut, pada 1 Juli 2020, pihaknya menerima 20 hasil pemeriksaan sample dimana hasilnya negatif.  ”Kita bersyukur bahwa semuanya negatif, dan dalam beberapa hari ini belum ada hasil sample yang positif. 20 sampel ini diambil dari RS Sele be Solu dan Tim Satgas Covid-19,” ungkapnya.

Keseluruhan hasil sampel negative Covid-19 di Kota Sorong berjumlah 571 orang. ”Yang positif 95 orang, ­meninggal positif 4 orang, meninggal negatif 4 orang, dan meninggal PDP 4 orang sehingga total keseluruhan 12 orang meninggal,” bebernya.

Orang Tanpa Gejala (OTG) 593 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 263 orang (201 selesai pemantauan, 62 proses). Pasien Dalam Penga­wasan (PDP) berjumlah 53 orang (44 selesai pengawasan, 9 ­proses). Ruddy menambahkan saat ini yang diisolasi di Balai Diklat Kampung Salak ber­jumlah 11 orang. ”Terlepas dari hasil 20 sample negatif ini, masih tersisa 203 sample lainnya yang masih proses pemeriksaan sehingga kita berharap ada peningkatan dalam hal ini lebih banyak negatif dibanding ­positifnya,” ucapnya.

Ruddy mengungkapkan, OTG wanita, mahasiswa asal ­Ambon yang tengah magang dan di­nya­ta­kan positive Covid-19 yang sebelumnya diisukan coba bunuh diri, hanya mengalami depresi berat karena masalah pribadi, namun pihak­nya ­sudah melakukan pendekatan dan pembinaan ­terhadap OTG tersebut ­sehingga keadaannya sudah membaik. Mahasiswa tersebut diketahui positive Covid-19 berdasarkan hasil swab. “Tidak sampai bunuh diri, dia hanya tertekan mungkin karena ­masalah ­pribadi kemudian ditambah dengan dia dinyatakan ­positive. Saya tidak tahu kategorinya apa, tapi dia tertekan. Teman-­teman di Dinkes sudah ­siapkan pendampingan oleh tim medis dan semoga dia beransur membaik,” terangnya. Ruddy berharap adanya kerjasama masyarakat untuk terus ­menekan angka penyebarannya, dengan terus mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, sebanyak 9 pasien positif corona di ­Kabupaten Sorong, sembuh setelah menjalani 2 kali swab dengan hasil negatif. Kesembilan pasien sembuh ini dikembalikan ke keluarganya secara simbolis oleh Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru,SH,MSi di halaman Kantor Bupati Sorong, Rabu (1/7). 

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sorong, Ir. Moh Said Noer.,M.Si menyampaikan, hingga 1 Juli 2020, jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Sorong sebanyak 51 pasien. Dipulangkannya 9 pasien yang sembuh dari Covid-19, menambah jumlah pasien sembuh sebanyak 43 orang. “Sampai hari ini sudah 43 pasien yang sembuh dan pulang, untuk persentasenya berarti 84.3% dan masih tersisa 7 pasien,” ­ucapnya. 

Dari 7 pasien yang tersisa, 4 diantanya telah dinyatakan negatif sekali, namun masih menunggu hasil swab kedua kalinya, sampelnya telah di­kirim ke Makassar. Semen­tara 1 orang lagi masuk dalam inconclusive saat menjalani rapid tes dinyatakan reaktif namun setelah dua kali swab hasilnya negatif. 

Semakin kecilnya jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Sorong, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong mulai melakukan penjaringan yang semakin besar di beberapa titik yang dianggap banyak aktivitas warga yakni di Pasar Pagi, Pasar Sore, Pasar Majener, dengan melakukan Rapid Tes yang seluruh hasilnya non reaktif.  “Kami juga melakukan pendekatan di Kompleks Perumahan Cendrawasih untuk rapid tes, karena sudah ada 3 orang OTG disana,” ucapnya. 

Bupati Sorong, Johny Kamuru mengatakan, kesembuhan yang dialami oleh pasien meru­pakan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga mereka dapat kembali ke lingkungannya masing-masing. Ia tak lupa mengapresiasi kinerja Tim Satgas Covid-19 yang telah berupaya untuk mengem­balikan Kabupaten Sorong dalam zona hijau.  (juh/nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed