oleh

Positif Corona Bertambah 8 Kasus

Seluruh Pasien Corona di Teluk Bintuni Sembuh

SORONG – Kasus positive Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) di Kota Sorong mengalami penambahan 8 kasus baru, sehingga total kasus positive Covid-19 di Kota Sorong meningkat menjadi 92 kasus.  ­Delapan kasus baru tersebut  diantaranya OM (64-Doom Barat), FI (27-Remu ­Selatan), F (25-Remu Selatan), AW (26-Saoka), MBA (3-Klasuur), NPM (25-Klasuur), FA (55-Kampung Baru) dan WA (55-Malaingkedi). 

”Dari 287 sampel yang telah dikirim ke Balitbangkes Makassar, sebanyak 87 sampel sudah ­keluar hasilnya. Kota Sorong ada penambahan 8 kasus positif baru dan 4 kasus sembuh Covid-19,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong Ruddy R. Laku kepada wartawan, kemarin.

Ruddy mengatakan, kedepalan kasus baru tersebut tidak melakukan perjalanan keluar Sorong.  Mereka ­diduga terinfeksi Covid-19 akibat dari transmisi lokal yang ­sedang terjadi di Kota Sorong. “Mereka positive tapi statusnya OTG,” ujarnya.

Sementara itu, kasus sembuh di Kota Sorong juga bertambah, 4 orang dinyatakan sembuh berinisial NA (47-Klaligi), AM (38-Klaligi), SH (18-Klaligi), dan NU (17-Malanu).  Empat orang yang dinyatakan ­sembuh Covid-19, akhirnya bisa bernafas lega karena sudah diizin­kan untuk kembali ke rumah masing-masing setelah menjalani karantina di Diklat Kampung Salak. Pelepasan 4 orang sembuh Covid-19 Kota Sorong tersebut berlangsung dengan baik dan mereka pun diberikan sembako serta bingkisan.

“Data penyerabaran Covid-19 di Kota Sorong, dimana total OTG berjumlah 595 orang, ODP berjumlah 242 orang, dimana yang selesai pemantauan berjumlah 191 orang dan sedang dalam penga­wasan berjumlah 51 orang. Dan, PDP berjumlah 52 orang, yang sudah selesai pengawasan berjumlah 40 orang dan yang masih dalam pengawasan 12 orang,”ujarnya.

Sementara itu, kasus meninggal dunia akibat Covid-19 berjumlah 11 orang, hasil laboratorium Negative Covid-19 berjumlah 391 orang dan yang positive 92 orang. Dengan adanya kasus ­positive Covid-19, Gustu Covid-19 Kota Sorong menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan protocol kesehatan, mengingat dimana saat ini penyebaran Covid-19 sudah transmisi lokal. 

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni mencatat­kan hasil mengembirakan dan patut diapresiasi. Seluruh pasien virus corona di daerah itu dinyatakan telah sembuh 100 persen.   Juru Bicara ­Gugus Tugas Covid-19 Teluk Bintuni, dr. Wiendo Syahputra ­kepada wartawan, Jumat (26/6) membeberkan, pasien virus corona  yang terakhir sembuh bernisial WKB beralamat di Modan, Distrik Babo. Yang bersangkutan telah dua kali menjalani pemeriksaan swab test dengan metode real-tim PCR (polymerase chain ­reaction) hasilnya negative.  “Sehingga terhitung tanggal 26 Juni 2020 dari 50 warga Teluk Bintuni yang terkonfirmasi Covid-19 telah dinya­takan sembuh 100 persen, alhamdulillah,’’ ujar dr. Wiendo.

Teluk Bintuni salah satu ­daerah di Papua Barat yang kasus ­positif virus corona terbanyak setelah Kota Sorong. Hingga kemarin terdapat 50 kasus positif, dan semuanya telah sembuh. ­Selain itu terdapat tak ada  yang meninggal dunia dari terkonfirmasi ­positif. Ada yang meninggal tapi ­dari OTG (orang tanpa gejala) 1 orang, dan 5 PDP (pasien dalam pengawasan). 

Gugus Tugas Teluk Bintuni terus melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona kepada masyarakat. Masyarakat diminta mematuhi ketentuan protokol kesehatan memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak interaksi dengan orang lain.

Selain itu, Gugus Tugas lanjut dr. Wiendo masih terus melakukan pelacakan atau tracing terhadap warga yang pernah kontrak langsung dengan ­pasien positif. Pemeriksaan rapid test masih dilakukan. Bila hasil rapid test reaktif, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan swab.

“Kita akan melakukan ­pelacakan terhadap orang yang kontak dengan OTG, reaktif. Kita juga meminta masyarakat melakukan upaya-upaya pencegahan. Kepatuhan masya­rakat terhadap protokol ­kesehatan terus ditingkatkan  yang berperan penting dalam memutus rantai penularan,’’ ujarnya.

Upaya pencegahan lainnya yang dilakukan Pemkab Teluk Bintuni, mempersiapkan ­fasilitas karantina. Terhadap orang  yang baru datang akan jalani rapid test. Bila reaktif akan dikarantina, demikian juga OTG, ODP akan dikarantina.

Di Bintuni OTG (0rang ­tanpa gejala) masih cukup banyak 114 orang, dan 1 ODP (orang dalam pemantauan). Mereka ini akan terus dipantau dan jalani tes swab, juga diberi ­vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Tetap diingatkan agar kondisi tubuh baik. Setelah 14 hari masa pemantauan sudah bisa beraktivitas seperti biasa,” tandasnya.

Dengan kondisi nol kasus, Pemkab Teluk Bintuni akan mempersiapkan diri memasuki tatanan hidup normal baru atau new normal. “Sehingga kita harapkan pemerintahan, dunia usaha dan masyarakat  luas sudah bisa beraktivitas namun memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya. (juh/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed