oleh

PON Papua Ditunda Setahun

-Berita Utama, Sport-4.191 views

JAYAPURA – Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo memutuskan menunda pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua dari rencana awal Oktober 2020 menjadi bulan Oktober 2021. Penundaan perhelatan PON ini disebabkan Indonesia saat ini berada dalam suasana pendemi Covid-19.  Penundaan PON ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal di Jayapura, Kamis (23/4). 

Dikatakannya, pemerintah pusat telah memutuskan untuk menunda PON ke tahun 2021, padahal secara teknis berkaitan dengan anggaran tidak menjadi masalah.  “Secara resmi hari ini (Kamis,red) sudah diputuskan bahwa PON ke-XX Tahun 2020 diundur ke bulan Oktober  Tahun 2021. Kalau anggaran untuk covid-19 sudah kita siapkan, baik secara nasional, provinsi maupun kabupaten, kalau untuk PON tentu nanti dengan APBD, jadi soal anggaran tidak ada masalah,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan ditundanya pelaksanaan PON, hendaknya dipergunakan oleh Papua sebagai tuan rumah untuk menyelesaikan sejumlah persiapan , baik dari segi infrastruktur maupun altet, sehingga Papua bisa menjadi tuan rumah yang baik. “Ini kesempatan bagi kita tuan rumah. Dengan adanya tambahan sisa waktu yang ada, kita pakai untuk menyelesaikan hal-hal yang belum selesai, baik itu masalah venue, persiapan atlet, panitia dan lain sebagainya, supaya kita menjadi tuan rumah yang baik di Indonesia,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Harian PB PON, Yunus Wonda mengakui perubahan jadwal pelaksanaan PON oleh presiden, dapat digunakan oleh Papua untuk menyiapkan persiapan secara baik.  “Tentu dengan  perubahan yang disampaikan presiden,  saya pikir ini waktu bagi kita untuk menyiapkan persiapan kita terutama peralatan karena sebagian besar kita ambil dari luar. Iventnya yang digeser, tapi kesiapan tetap jalan,” ucapnya.

Ketua DPR Papua,  Jhon Banua mengakui DPRP  juga telah menyepakati penundaan PON ke tahun 2021, sehingga pelaksanaan nanti bisa berjalan dengan baik,  terutama dalam hal  prestasi sesuai  tujuan dari PON. “Pengunduran ini murni karena Covid-19, tidak ada karena yang lain-lain. Kami berharap KONI hentikan dulu sementara pelaksaaan TC terpusat. Tadi di rapat koordinasi, Menpora sudah menyampaikan daerah lain sudah menghentikan TC terpusat, kami harap di Papua juga demikian,” harap Jhon Banua. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed