oleh

Poltekpel Sorong Terbuka Lebar untuk OAP

-Metro-212 views

SORONG-Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) yang telah berubah nama menjadi Politeknik Pelayaran Sorong yang berlokasi di Jalan Tanjung Saoka ini menggelar acara Coffee Morning bersama insan pers di Kasuari Valley Beach Resort, Rabu (13/1).

Hadir pada acara tersebut Direktur Politeknik Pelayaran Sorong Capt. Wisnu Risianto, MM. Wadir 1 Heri Sutanto, SE, MPd. Wadir 2 Dr.Iskandar, SH, MT. Wadir 3 Capt. Muhammad Syafril Sanusi, M.Pd. Kabag Keuangan Umum dan Kerja Sama, Agus Pramono, SH, MM serta insan pers.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Wadir 2 Dr.Iskandar, SH, MT mengatakan bahwa melalui kegiatan coffee morning yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan media khususnya insan pers pertamanya membantu Poltekpel dalam mempromosikan kegiatan-kegiatan mereka kepada masyarakat. Sehingga informasi tentang Poltekpel Sorong bisa sampai kepada masyarakat khususnya Orang Asli Papua (OAP).

“Karena Poltekpel Sorong telah mencetak pelaut-pelaut. Artinya karirnya tidak hanya di tingkat lokal tetapi bisa sampai pada tingkat internasional. Sehingga kita bisa mengangkat putra-putri asli Papua ini ke level yang tinggi bukan hanya di daerah bisa meningkatkan karir ataupun taraf hidup orang asli Papua. Nah, kalau ini tidak bisa sampai ke masyarakat kan disayangkan. Sehingga tujuan kita agar media dapat bantu mensosialisasikan poltekpel Sorong kepada masyarakat asli Papua. Di Indonesia timur ini khususnya di Papua, untuk masyarakat asli Papua,” katanya.

Lanjutnya, Poltekpel Sorong memiliki tiga program studi, yaitu Studi Nautika yang nantinya akan menjadi nahkoda atau manajer armada di darat, jadi bisa di laut dan di darat. Program studi Teknika sebagai ahli mesin kapal dan program studi manajemen transportasi laut yang berkompeten untuk mengelola pelabuhan. “Jadi diploma III ini jika lulus dengan kompetensi pelautnya ahli Nautika tingkat III bisa berlayar di semua lautan,”ujarnya.

Menurutnya, Resapan tenaga kerja dari lulusan poltekpel Sorong 100% diterima terlebih lagi jika orang asli Papua pasti cepat. Karena masyarakat asli Papua belum banyak kan yang menjadi pelaut. “Sementara kapal yang beroperasi di Papua ada aturan harus dinahkodai oleh orang-orang asli Papua. Sehingga warga asli Papua yang berkarir di kelautan, maka di Papua ini sangat mudah untuk kita salurkan,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa Untuk pembiayaan sendiri disamakan namun khusus untuk putra-putri asli Papua biasanya ada bantuan dari CSR perusahaan dimana anggaran CSR perusahaan untuk membantu warga asli Papua. “Walaupun belum terlalu banyak. Fasilitas pendidikan di dalam Poltekpel Sorong ada simulator, ada laboratorium kemudian kita ada kapal. artinya ketika mereka lulus dari poltekpel Sorong ini kami menjamin bahwa mereka siap untuk bekerja di kapal,” kelasnya.

Dia berharap kepada pemerintah daerah untuk mendukung warga asli Papua untuk dapat bersekolah atau berkuliah di poltekpel Sorong terutama dalam pembiayaan sekolah mereka karena memang di kami tidak 100% subsidi hanya sebagian saja. “Mudah-mudahan ada dukungan dari pemerintah daerah untuk warga asli Papua,”pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed