Polsek Inanwatan Diserang Oleh Sekelompok Orang Tidak Dikenal

Kantor Kepolisian Sektor Inanwatan Kepolisian Resor Sorong Selatan, telah dihancurkan secara membabi buta oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. Tentunya berita Polsek Inanwatan diserang secara tiba-tiba ini menjadi sebuah perbincangan hangat di kalangan masyarakat Tanah Air. Melansir dari sumber Kompas.com, dikatakan bahwa pelaku penyerangan berjumlah lima orang. 

 

Di duga, bahwa tindakan kriminal yang terjadi pada Minggu, 17 April 2022 itu disebabkan karena pelaku yang berada dibawah pengaruh minuman keras. Namun, bagaimana kondisi Polsek Inanwatan dan kronologi sebenarnya atas penyerangan brutal itu? Berikut, adalah ulasan lengkap yang telah kami persiapkan untuk anda. 

 

Polsek Inanwatan Diserang Oleh Lima Pelaku

 

Ipda Yanuar, selaku Kapolsek Inanwatan, mengemukakan bahwa ada lima orang yang telah ditetapkan sebagai pelaku atas penyerangan terhadap Polsek Inanwatan, pada Minggu, 14 April 2022 kemarin. Di duga, bahwa tindakan penyerangan itu terjadi ketika kelima nya sedang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Ketika hendak dilaporkan ke polisi, justru kelima nya mengamuk dan berteriak keras enggan menjalani prosedur hukum yang berjalan. 

 

“Kejadian awal bermula ketika ada lima orang tidak dikenal yang tiba-tiba datang. Mereka semua dipengaruhi oleh minuman beralkohol an telah membuat keributan cukup parah di Kampung Mate, Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat. Untuk saat ini, barang bukti yang telah kami sita, adalah parang,” kata Ipda Yanuar, yang kami lansir dari sumber Kompas.com, pada Senin, 18 April 2022 kemarin.

 

Atas keributan dan penyerangan tersebut, ada sebagian warga yang memutuskan untuk membuat laporan ke Polsek Inanwatan. Karena merasa tidak berbuat salah atas tindakan nekat mereka, lima orang itu pun mendatangi Polsek Inanwatan dan melakukan penyerangan. Selain itu, mereka juga telah melakukan perusakan cukup parah terhadap berbagai macam fasilitas. Tidak berhenti di situ saja, terdapat juga sejumlah kendaraan yang telah di rusak oleh pelaku karena merasa tidak terima dan tidak bersalah dilaporkan ke Polsek Inanwatan. 

 

Berdasarkan foto yang terpublik, ada beberapa meja yang rusak parah dan tidak bisa digunakan kembali. Kemudian, kaca kantor pun sudah hancur parah akibat lemparan batu secara brutal oleh para pelaku. Melihat situasi semakin menegangkan dan tidak terkendali, anggota Inanwatan yang sedang berada di tempat kejadian, memutuskan untuk melakukan tindakan penyelamatan diri. 

 

Sementara itu, sebagian anggota polisi lainnya telah memberikan tembakan peringatan ke udara terhadap pelaku. Namun, sangat disayangkan bahwa pelaku sudah melarikan diri dan sempat tidak terkejar. Berdasarkan informasi dan laporan dari warga sekitar, tiga dari lima pelaku tersebut, teridentifikasikan berinisial IN, JP, dan DB. Yang mana ketiganya sedang dalam proses pengejaran oleh kepolisian. Selain itu, ketiganya juga pelaku pengibaran bendera bintang kejora di wilayah Distrik Inanwatan. 

 

Sebelum laporan dilayangkan oleh warga ke Polsek Inanwatan, rupanya kelima pelaku memang tercatat selalu melakukan tindak pidana yang merugikan warga sekitar. Selain itu, masyarakat pun selalu merasa resah karena keamanan yang semakin menurun sejak kelima nya melakukan tindakan brutal di wilayah setempat. 

 

Menyikapi adanya kejadian brutal dan kriminal tersebut, AKBP Choiruddin Wachid, selaku Kapolres Sorong, telah memerintahkan kepada Kapolsek Inanwatan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa penyelidikan harus dilakukan sampai kasus tuntas, termasuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Adapun tujuan dari perintah tersebut, adalah agar pelaku tidak melakukan tindakan yang sama kepada masyarakat sekitar dan memberikan efek jera.

 

“Kepala Kapolsek dan jajarannya, saya perintahkan untuk segera melakukan pulbaket terhadap kegiatan dari kelompok tertentu demi mewujudkan cipta kondisi yang aman dan nyaman. Mari melakukan penggalangan dan bekerja sama antar Polri dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusif wilayah sekitar dan saling mempertahankan kamtibmas di Distrik Inanwatan, Sorong,” ujar Choiruddin Wachid, yang kami lansir dari sumber Liputan6.com, pada beberapa waktu lalu. 

 

Choiruddin berharap, agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu hoaks yang seringkali muncul dikala tragedi meresahkan. Mereka diminta untuk tetap mengamankan markas sekaligus melakukan tindakan terukur dan tegas apabila diperlukan, namun wajib pula memperhatikan pedoman SOP yang bertanggung jawab. Sehingga, kejadian Polsek Inanwatan diserang tidak akan terjadi dua kali dan menyebabkan kerugian cukup besar. 

https://www.radarsorongnews.com/

Baca Juga : Ketika Polemik Presiden 3 Periode Membuat AHY Angkat Bicara

Previous post Ketika Polemik Presiden 3 Periode Membuat AHY Angkat Bicara
Next post Video Viral Detik-Detik Penangkapan Pelaku Klitih di Yogyakarta, Warga Sempat Lega!