oleh

Polres R4 Tangani 4 LP Berturut-turut

Kapolres Raja Ampat Ajak Tim Paslon FOR 4 dan Kotak Kosong Bersinergi Jaga Kamtibmas

Polres Raja Ampat menggelar pertemuan dengan unsure Forkopimda, KPU, Bawaslu, Kodim 1805/Raja Ampat, pimpinan dan pengurus FKUB, Ketua MUI, tokoh adat, serta melibatkan tim AFU-ORI, Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB), Relawan Kotak Kosong yang berlangsung di Aula Wayag Kantor Bupati Raja Ampat, Senin (26/10).  Pertemuan dipimpin Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J.W. Manuputty,S.IK, Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Wahab Warwey, Ketua KPU Raja Ampat Steven Eibe, Ketua Bawaslu Markus Rumsowek, Kasdim 1805/ Raja Ampat, Mayor Inf Agus Yuli Padang.

Pertemuan ini bertujuan mengajak semua pihak bersinergi menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif selama tahapan kampanye hingga hari H Pilkada 9 Desember mendatang. pertemuan ini juga menindaklanjuti sejumlah insiden tindak pidana dan pelanggaran Pilkada yang dikawatirkan terus berkelanjutan.

Menurut Kapolres, berdasarkan laporan yang diterima melalui jajarannya, insiden yang terjadi berawal dari wilayah Misool. Pertama di Kampung Wejim Misool Selatan pada saat sosialisasi telah terjadi penyerangan, namun hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporannya. Insiden kedua Sabtu (24/10) sekitar pukul 23.00 WIT di Kampung Atkari Misool Utara terjadi penyerangan yang dilakukan sekitar  9 orang kepada pengurus ARAB saat melakukan sosialisasi Kotak Kosong. “Akibat penyerangan itu sebanyak tiga orang pengurus ARAB dan satu warga yang merupakan anggota PPS yang rumahnya tepat depan TKP ikut menjadi korban penyerangan itu.  Dari sembilan pelaku penyerangan saat ini sudah terinditifikasi nama-namanya oleh kami Polres Raja Ampat,” terang Manuputty.

Lebih lanjut diterangkannya, Minggu (25/10) sekitar pukul 09.00 WIT terjadi pengrusakan Sekretariat Posko Tim Pemenangan FOR 4 di Kelurahan Warmasen, sekaligus pengroyokan yang mengakibatkan tiga orang menjadi korban oleh pelaku sebanyak 12 orang, tetapi baru dua yang terindifikasi namanya. Kapolres melanjutkan, salah satu saksi yang diamankan Tim Sabhara untuk mengklarifikasi kasus pengrusakan dan pengroyokan di Sekretariat Posko For 4, namun malah terjadi pengroyokan di halaman SPKT Polres Raja Ampat oleh pihak For 4 yang sedang melakukan pelaporan pengrusakan di Mapolres Raja Ampat. “Jadi kedatangan sejumlah tim For 4 untuk melaporkan kasus pengrusakan dan pengroyokan di Sekretariat Posko For 4. Melihat salah satu orang tim Kotak Kosong yang diduga melakukan penyerangan di Sekretariat Posko For 4, tim For 4 balik menyerang, dipukul, dikeroyok di kantor polisi. Nah itu yang saya sesalkan sekali, saya sesalkan sekali,” tukas Kapolres dengan nada kesal.

Kapolres menambahkan, dari sejumlah insiden yang terjadi, sudah ada 4 Laporan Polisi (LP) yang ditangani pihaknya. “Jadi ini ada empat LP yang kita sedang tangani dan akan ditindaklanjuti. Terkait itu, sejumlah saksi telah diambil keterangannya termasuk telah meminta visum di RSUD. Selanjutnya, olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti (BB), setelah itu kita akan gelar perkara.  Ketika memenuhi unsur dan ditetapkan sebagai tersangka, kita amankan dan akan proses lanjut, supaya menunjukan bahwa, Polres Raja Ampat serius dalam melakukan penanganan. Sehingga menjadi contoh kedepan kabupaten Raja Ampat bisa lebih baik lagi dalam pelaksanaan tahapan Pilkada,” tegas Kapolres. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed