oleh

Polres Mambra Gagalkan Penyelundupan Miras Ilegal

MAMBERAMO – Ditengah pandemi Coronavirus Disease-2019 (Covid-19)  yang melanda, Indoensia dan  Papua, Polres Mamberamo Raya berhasil mengamankan miras ilegal sebanyak 768 botol yang dikemas dalam 30 karton yang hendak diselundupkan ke Kasonaweja dari Serui Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (16/5).  

Saat pemerintah disibukkan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, justru dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk memasukan minuman keras ke Kabupaten Mamberamo Raya yang  nilainya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, Polres Mamberamo Raya ‘mengendus’ rencana penyelundupan tersebut sehingga akhirnya berhasil menggagalkan masuknya 768 botol miras berbagai merk ke Kabupaten Mamberamo Raya

Kapolres Mamberamo Raya AKBP Alekasander Louw,SH yang memimpin langsung penggerebekan mengungkapkan, puluhan karton miras ilegal ini disembunyikan di Kampung Bagusa dan hendak diselundupkan ke Kasonaweja ibukota Kabupaten Mamberamo Raya.

“Ada 30 karton minuman keras antara lain 28 karton Whisky Robinson, dan 2 Karton Vodka sebangak 96 botol yang dibawa Serui menggunakan speedboat dan ingin diselundupkan ke Mamberamo Raya, namun sengaja disimpan pelaku di Kampung Bagusa untuk menggelabui petugas dan selanjutnya akan dibawa Kasonaweja,” kata AKBP Alexander Louw,SH.

Mantan Kapolres Tolikara ini menjelaskan, penangkapan   bermula  pada Jumat (16/5) saat dirinya menerima informasi dari anggota Polsek Waropen bahwa ada speedboat mengangkut minuman keras dari Kabupaten Kepulauan Yapen hendak dibawa ke ke Kasonaweja Kabupaten Mamberamo Raya.  Mendapatkan informasi tersebut, ia memerintahkan anggota Reskrim, Intel dan Kapolsek Mamteng beserta anggota untuk melakukan pemantauan terhadap speedboat yang masuk di Kasonaweja Mamberamo Raya.

Anggota Polsek Mamberamo Tengah mendapatkan informasi ternyata speedboat dimaksud telah tiba di pelabuhan speedboad Kasonaweja dan dilakukan pemeriksaan namun tidak ditemukan barang bukti apapun. Tak menemukan barang buti, polisi kemudian menginterogasi motoris speedboat, dan diperoleh informasi barang bukti miras 30 karton diturunkan atau diamankan di pesisir sungai Kampung Bagusa Distrik Mamberamo Hilir, dengan  jarak tempuh dari  Kasonaweja ke TKP di Kampung Bagusa sekitar 2 jam. “Saya bersama anggota bergeser menggunakan 3 speedboat dari Pelabuhan Kasonaweja menuju TKP di pesisir sungai Kampung Bagusa dan ditemukan barang bukti minuman keras sebanyak 30 karton yang disimpan di pinggiran sungai,” ungkapnya. 

Dengan harga Whisky Robinson Rp700.000 dan Vodka Rp300.000, miras ilegal yang coba diselundupkan ke Mamberamo Raya ini ditaksir bernilai sekitar Rp500.000.000. “Pelaku penyelundupan miras identitasnya telah dikantongi. Saya pastikan pelakunya akan kami proses hukum sampai di pengadilan,” tegas mantan Kapolres Sorong Selatan ini.

Menurutnya, di  Mamberamo Raya telah ada Perda Miras Nomor 15 Tahun 2011 tentang larangan pemasukan dan peredaran minuman keras yang telah diberlakukan di wilayah yang dijuluki Negeri Seribu Misteri Sejuta Harapan tersebut.

Ditambahkannya, landasan hukum Polres Mamberamo Raya mengambil langkah tegas  adalah UU No 15 Tahun  2011 tentang larangan pemasukan dan penjualan minuman beralkohol,  pakta integritas Kapolres dengan Dandim tanggal 10 Februari bahwa anggota dilarang mengkomsumsi menjual maupun backing miras, serta pernyataan 78 tokoh agama, masyarakat, adat dan pemerintah tentang larangan  peredaran miras di Kabupaten  Mamberamo Raya. “Di tahun 2019,  sebanyak 24  orang telah digiring ke Pengadilan Negeri Jayapura untuk sidang tipiring (Tersangkut perkara miras ilegal,red), sedangkan di tahun 2020 sebanyak 3 orang, dimana  diantaranya ada  seorang pejabat Pemda Kabupaten Mamberamo Raya,” terangnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed