oleh

Polres Kerahkan 50 Personel ke Moraid

 Laka Lantas, Mantan Kadistrik Yembun Meninggal, Polsek Moraid Dirusak

AIMAS – Mantan Kepala Distrik (Kadistrik) Yembun, Kabupaten Tambrauw, Nikolas Yekwam (48) meninggal dunia  saat menjalani perawatan di RSUD Sele Be Solu, Selasa (1/6)  setelah mengalami laka lantas di jalan Sorong-Tambrauw sehari sebelumnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

 Kasat Lantas Polres Sorong, AKP Stefani Ivonne Tasane, S.IK melalui Kanit Laka Satlantas Polres Sorong, Ipda H. Asri, SH, MH mengatakan, usai mengantarkan korban ke RSUD, To (40), sopir mobil Hilux putih bernomor polisi PB 8643 AL, kemudian dijemput oleh anggota untuk diamankan di Polres Sorong.  Sementara korban yang menjabat Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw mendapatkan pena­nganan medis.

”Sopir sudah dijemput dan diamankan setelah mengantarkan korban ke RS. Dari pantauan kami, korban tidak mengalami luka-luka, namun diduga ada benturan di kepala bagian belakang sampai ke leher yang membuat korban tidak bisa menggerakkan kaki maupun tangannya. Namun, ketika saya temui, pak Yekwam dalam keadaan sadar, bahkan kami saling menyapa. Tidak menyangka kalau akhirnya beliau meninggal dunia sekitar jam 08.00 pagi tadi,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Sorong Ipda H. Asri.

 Lanjut dikatakan oleh Kanit laka, pihak Polres Sorong sudah memfasilitasi kedua belah pihak untuk melakukan mediasi.  Kemudian disepakati bahwa sopir dan pemilik mobil akan bertanggung jawab dengan mengeluarkan biaya pemakaman sebesar Rp 50 juta untuk biaya pemakaman korban. Uang tersebut diserahkan tadi malam  pukul 21.00 di Polres Sorong.

”Kesepakatan yang diambil bahwa sopir akan memberikan Rp 25 juta, dan pemilik mobil akan memberikan Rp 25 juta, sehingga total Rp 50 juta hanya untuk biaya pemakaman. Rencananya almarhum akan diberangkatkan Rabu pagi untuk dimakamkan di Tambrauw,” lanjutnya.

 Saat ini, tambah Kanit, anggotanya belum melaksanakan olah TKP secara keseluruhan, namun sudah ada 2 orang saksi yang diperiksa. Kedua saksi tersebut merupakan penumpang atau orang yang ikut bersama sopir di dalam mobil tersebut. Berdasarkan keterangan sementara yang diberikan oleh saksi, tim penyidik Satlantas Polres Sorong sudah mendapatkan keterangan yang identik atas kejadian tersebut.

”Keterangan sementara dari 2 saksi sudah cukup identik. Olah TKP secara keseluruhan akan kami lakukan ketika suasana sudah benar-benar kondusif. Kami juga ingin keluarga korban menyaksikan bagaimana kronologis kejadian sesuai yang disampaikan oleh saksi mata. Sehingga pihak keluarga korban merasa puas. Kami dari pihak kepolisian berupaya menangani kasus ini secara transparan,” bebernya.

 Terkait proses hukum, imbuh Kanit Laka, akan dilihat sesuai sikonnya. Yang jelas, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Sat Lantas Polres Sorong. Untuk sementara, sopir dikenakan pasal 310 (5) yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

”Sementara kami sangkakan pasal 310 ayat 5 dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara. Namun bisa saja akan ada perubahan sesuai hasil olah TKP keseluruhan, kami masih mendalami kasus ini,” pungkasnya.

 Informasi yang dihimpun Radar Sorong, kasus laka lantas yang akhirnya menjadi penyebab mantan Kadistrik Yembun meninggal cukup membuat situasi agak terganggu, baik di Sorong maupun di Tambrauw. Situasi di Moraid sempat tegang, karena sejumlah masyarakat yang berasal dari Distrik Yembun turun. Kaca jendela Polsek Moraid  dipecahkan oleh massa. Aksi tersebut kemudian diredam oleh masyarakat lain dari Distrik Moraid.

Untuk memastikan keamanan di Moraid, Kapolres Sorong, AKBP Robertus Alexander Pandiangan, S.IK, MH bersama Kabag Ops Polres Sorong, AKP Farial Ginting, SH, S.IK menerjunkan sekitar 50 personel gabungan Polres Sorong dan Brimob. Namun informasi terakhir yang diterima Radar Sorong bahwa situasi di Moraid  kini sudah kondusif. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed