oleh

Polda PB : Sekali Pakai Narkoba, Susah Sembuhnya!

-Sorong Raya-490 views

KAIMANA – Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Papua Barat (PB), Kombes Pol. Harri Muhharam, SIK ketika memberikan materi dalam seminar Narkoba yang digagas oleh Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Papua Barat di Rumah Makan Belia Kaimana, Rabu (16/10).

Acara seminar narkoba ini, turut dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Kaimana. 

Ia mengatakan perlu diingat bahwa penggunaan narkoba, baik sekedar untuk mencoba – coba maupun pengguna yang sudah kecanduan efeknya sangat besar. Butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan paska pemakaian narkoba serta besar kemungkinan susah untuk disembuhkan. 

“Narkoba cukup luar biasa, perlu diingat bahwa kalau narkoba ini sekali saja dipakai maupun ditelan, oleh kita maupun anak – anak, maka itu akan susah sembuhnya. Walaupun hal itu, berdasarkan persentasi sangat kecil akan tetapi ada tiga kemungkinan yang akan terjadi, yakni masuk penjara, sakit dan mati,”Jelas Dir Binmas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Harri Muhharam, SIK saat membawakan materi seminar narkoba. 

Dijelaskan, jika sudah terlanjur menggunakan narkoba bahkan sudah dalam tingkat kecanduan tiga hal tersebut pasti akan menimpa pengguna narkoba. Namun lelaki, yang telah memikul tiga melati emas dipundaknya ini berharap agar hal tersebut jangan sampai terjadi bagi para pemuda di Kaimana. 

“Mudah – mudahan kita tidak memilih ketiganya, dan narkoba ini pengguna serta korbannya bukan saja mereka yang level sosialnya dibawah. Akan tetapi mereka juga yang level kehidupannya, diatas sudah menjadi korban serta pengguna dari narkoba ini,”terangnya. 

Dalam materinya juga, lelaki asal Jawa Barat ini mengakui jika pengguna dan koban narkoba, tidak memandang status baik itu pelajar, orang tua bahkan menurutnya dikalangan pasantren pun sudah ada penggunanya. Meski dalam pemaparan materinya, tidak disebutkan pasantren mana yang dimaksud olehnya. 

“Korbannya sampai ke artis, bahkan kelompok – kelompok di Pasantren. Di Pasantren dulunya  masuk, sudah banyak seperti narkoba. Narkoba tidak pernah melihat, siapa yang menjadi korban, sekolahnya rendah atau tinggi. Tidak melihat miskin atau kaya, pejabat atau bukan kena semua. Bahkan sampai ke anak – anak,”katanya. 

Diakhir materinya, Harri menyampaikan himbauan Kapolri kepada masyarakat untuk memberi dukungan kepada Kepolisian. Dukungan yang dimaksud menurutnya, yakni masyarakat diminta untuk bersuara ketika ada indikasi kejahatan. Dan kepolisian nantinya yang akan mengambil tindakan Hukum dilapangan. 

“Tetapi dukungannya bersuaralah kata bapak Kapolri, masyarakat diminta untuk bersuara. Mendukung untuk Indonesia ini damai, terpelihara keamanan dan ketertiban masyarakatnya,”pungkasnya. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed