oleh

Polda Dalami Penggunaan Dana Hibah DAP

-Manokwari-468 views

MANOKWARI-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat masih terus mendalami dugaan penyimpangan dana hibah pembangunan rumah ibadah di Manokwari. Kasubit Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua Barat AKP Kristian Sawaki membeberkan, ada dana hibah pembangunan gereja sebesar Rp 500 juta dan dana hibah bagi DAP (Dewan Adat Papua) sebesar Rp 500 juta.

Lebih lanjut AKP Kristian Sawaki mengatakan, kedua dana hibah tersebut ditangani oleh JAW selaku  ketua DAP Wilayah Doberay dan sebagai ketua panitia pembangunan gereja yang berlokasi di Kenari Tinggi (depan Mansinam Beach Resort).

“Kami penyidik masih kumpulkan bukti-bukti. Memang ada dua pertanggugjawaban,’’ ujar Kanit Tipikor AKP Tony Pantororing menambahkan, Rabu (23/10) di Polda Papua Barat.

AKP Tony Pantororing melanjutkan, dana hibah DAP banyak dimanfaatkan untuk kegiatan musyawarah di Kabupaten Raja Ampat. Sedangkan untuk penggunaan dana hibah pembangunan gereja, penyidik ingin mengecek apakah pencairan anggaran telah melewati rekomendasi dari BP AM Klasis GKI atau belum.

“Pengajuan proposal bantuan direkomendasikan Klasis, begitu pula dalam pencairan. Kita masih melakukan pengkajian dan lakukan koordinasi dengan Klasis dan majelis jemaat,’’ ujar Sawaki.

Penyidik belum meminta keterangan Ketua DAP JAW yang juga sekaligus ketua panitia pembangunan gereja yang berhadapan dengan Mansinam Beach Resort. Sawaki mengatakan, jajarannya masih mengumpulkan bukti-bukti dokumen pencairan dan penggunaan dana.

Penyidik sangat hati-hati melakukan penyelidikan dan penyidikan pemanfaatan dana hibah DAP dan pembangunan rumah ibadah.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed